JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj memimpin salat Idul Fitri di Hong Kong, kota berstatus Special Administration Region di Republik Rakyat China.
Dalam kesempatan ini, Said Aqil menekankan tentang pentingnya menjaga keharmonisan. Terutama di antara sesama TKI yang sama-sama merantau di negeri orang. Sehubungan dengan hal ini, Kiai Said juga berpesan kepada para TKI untuk tidak rendah diri.
"Jangan pernah minder menjadi pembantu, karena di mata Allah derajat kita sebagai manusia sama. Tapi bagaimana kita bisa hidup harmonis, saling menghargai satu dengan lainnya, itu yang akan membedakan berada di golongan manusia apa kita ini di mata Allah," pesan Kiai Said dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Minggu (19/8/2012).
Salat Idul Fitri di Hong Kong dipusatkan di Victoria Park dan diikuti lebih dari 60 ribu jamaah yang sebagian besar adalah Buruh Migran Indonesia (BMI).
Kiai Said menambahkan, manusia pada dasarnya sama, meski berasal dari suku dan bangsa yang berbeda. Karena itu, tidak ada alasan untuk saling membedakan satu dengan yang lainnya.
"Manusia dalam Bahasa Arab berarti insan. Itu objeknya, dan subjeknya adalah Anas untuk laki-laki, Anisa untuk perempuan. Semua artinya sama, yaitu intim atau harmonis," kata Kiai Said.
Atas dasar tersebut menjaga keharmonisan dalam kehidupan bukan lagi sekedar kewajiban manusia, melainkan kodrat yang wajib dijalankan.
Meski demikian, lanjut Kiai Said, manusia dilahirkan dengan memiliki hawa nafsu. Hal itulah yang menjadikan kodrat menjaga keharmonisan seringkali tidak dijalankan. Melalui keharmonisan dalam hidup, pemenuhan nafsu-nafsu hendaknya bisa dilakukan dengan cara-cara yang manusiawi.
"Memiliki nafsu tidaklah salah, bahkan itu juga kodrat manusia dan memang harus dimiliki. Tapi bagaimana kita bisa memenuhi nafsu itu, keharmonisan bisa menjadi kuncinya," tambah Kiai Said.
Kehadiran Kiai Said sebagai imam dan khatib salat Idul Fitri merupakan kehendak berbagai organisasi BMI di ada di Hong Kong. Keinginan tersebut mendapatkan respons positif dari Konsulat Jendral Indonesia, yang memfasilitasi keinginan tersebut.
Selain menjadi imam dan khatib, Kiai Said juga dijadwalkan melakukan dialog keagamaan dengan berbagai organisasi BMI, salah satunya di Macau dan Guang Zhou.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.