JAKARTA - Mantan Ketua Fraksi PDIP, Tjahjo Kumolo, mengaku tidak tahu adanya suap di balik pemilihan Miranda Swaray Gultom menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004 lalu. Dia membantah adanya percakapan dengan Agus Condro soal nilai suap yang diberikan kepada para anggota DPR.
Kepada Tjahjo, hakim menanyakan apakah pernah mengatakan kepada Agus Condro bahwa Miranda bersedia memberikan uang Rp3 miliar, tapi bila diminta Rp5 miliar Miranda juga menyanggupi. "Tidak pernah," kata Tjahjo menjawab pertanyaan hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Tjahjo mengatakan, dia menganjurkan kepada anggota FPDIP untuk memilih jabatan DGS BI secara fair. Namun, dia mengakui, setelah dilakukan fit and proper test mendapat laporan dari poksi jika Miranda yang terbaik dari dua calon lainnya. "Kami ingin fit and proper test berjalan fair," ungkap Tjahjo.
Hakim juga menanyakan apakah Tjahjo mengetahui jika salah satu anggota dewan FPDIP, Agus Condro menerima suap dalam pemilihan DGS. Tjahjo menjawab tidak mengetahui.
"Setahu saya Agus buat statement di media, itu pertama kali saya tahu. Setelah itu saya SMS dan telefon Agus tidak pernah dibalas," pungkasnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.