JAKARTA - Untuk membuka ruang bagi kalangan muda menjadi pemimpin nasional dinilai begitu kecil. Lantaran ada beberapa hambatan yang harus dilalui.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN), Saleh Partaonan Daulay, menjelaskan ada beberapa kendala bagi kalangan muda bila menjadi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
"Bagi anak muda sulit tampil di pilpres 2014, contohnya konvensi politik, terlihat sistim politik di Indonesia lebih banyak mendeskriminasi atau tidak sehat," ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Kamis (4/10/2012).
Menurutnnya sistem politik di Indonesia paham deskriminasi lebih mendominasi. Salah satunya ketidak keberpihakan kepada anak muda.
"Jadi sekarang terlihat, sistem parpol sekarang di dalamnya ada keluarga, kerabat, dari situ terlihat anak muda potensialnya tidak tampak, harusnya ada keberpikan bagi kalangan muda," tutur Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tersebut.
Selain itu, sambung dia, ada kriteria yang harus dipenuhi, jika menjadi capres maupun cawapres 2014. "Ada kendala tentunya yaitu bila ingi menjadi Capres, 25 persen dari pemilu, dan 20-25 25 persen dari parlemen," tutupnya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.