JAKARTA - Kaum muda sudah saatnya memberikan kontribusi besar terhadap negara dengan jadi pemimpin dan ikut bertarung dalam pemilihan presiden pada 2014 mendatang.
"Menjadi pemimpin di Indonesia tidaklah mudah, bisa saja dari anak muda, siapa tahu dari situ membawa angin perubahan, karena pemimpin muda dapat memberikan inovasi," Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN), Saleh Partaonan Daulay saat berbincang dengan Okezone, Kamis (4/10/2012).
Figur berkualitas untuk menjadi pemimpin, lanjut dia, bisa berasal dari kalangan usahawan maupun organisasi non-pemerintah. "Untuk menyebutkan kriteria tersebut, saya kira objektif muncul (Pilpres 2014)," terang Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu.
Sementara Ketua Umum Forum Keluarga Besar (FKB) Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI 1966) Bambang Heryanto menyatakan momentum Pilpres 2014 sangat tepat untuk memunculkan capres dan cawapres dari kalangan muda.
"Usulan sejumlah partai seperti Golkar untuk merekrut cawapres dari kalangan muda harus kita apresiasi untuk memuluskan proses regenerasi di negeri yang kita cintai ini,” kata Bambang.
Bambang berpendapat bahwa transisi kepemimpinan bangsa ini tepat dilakukan saat Pilpres 2014 nanti. Bila tidak, maka akan terjadi proses kemunduran dalam regenerasi.
"Banyak figur-figur berkualitas dari kalangan muda yang potensial dan memiliki pengalaman yang baik di masyarakat maupun pemerintahan. Jangan sampai potensi mereka terbonsai karena tidak ada peluang yang diberikan," ujarnya.
Bambang juga menilai sejumlah nama pantas menjadi calon wakil presiden seperti Puan Maharani (PDIP), Anies R Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang dikenal dengan Ibas (Partai Demokrat), Yenny Wahid (PKBIB), Moh Jumhur Hidayat (Kepala BNP2TKI), serta Jeffrie Geovanie (Partai NasDem).
Menurut Bambang, tokoh-tokoh muda tersebut sudah cukup dikenal masyarakat dan terbukti memiliki rekam jejak yang baik. Jika mereka diberi kesempatan untuk tampil maka Pilpres akan lebih dinamis dan mengakomodasi keinginan rakyat.
"Kita harus belajar dari berbagai Pilkada, ternyata pilihan partai politik seringkali berbeda dengan pilihan rakyat. Saatnya tokoh-tokoh parpol membuka mata dan memberi pilihan yang lebih berwarna kepada rakyat agar rakyat tidak apatis terhadap partai politik,” tandasnya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.