MANOKWARI- Pengumuman hasil tes CPNS Kemenkum HAM Papua Barat hari ini berakhir ricuh. Peserta kecewa karena hasil pengumuman tidak mengkomodir putra/i asli Papua.
Massa yang kecewa juga sempat melakukan aksi blokade jalan utama Arfai. Tanda-tanda kericuhan mulai terlihat saat peserta dipersilahkan untuk membaca hasil pengumuman di kantor Hukum dan HAM di Arfai.
Beberapa di antaranya langsung emosi saat tidak mengetahui hasil kelulusan tidak mengakomodir anak-anak Papua.
Ratusan peserta kemudian mulai turun ke arah jalan dan memblokade jalan raya. Mereka juga sempat membakar ban sebagai bentuk protes.
Situasi kian memanas saat polisi berupaya membubarkan aksi tersebut. Beberapa peserta sempat melempari polisi dengan batu. Beruntung aksi ini tidak berlangsung lama karena massa yang emosi ditenangkan beberapa peserta lainya.
Musa sayori, salah seorang peserta, mengatakan, peserta pada umumnya kecewa karena merasa ditipu dengan perjanjian 60 persen putra/i papua yang akan diterima.
"Karena tidak terbukti,mereka memilih untuk melakukan aksi ini,” jelasnya.
Meski berhasil ditenangkan, namun blokade jalan tetap berlangsung. Mereka menegaskan blokade jalan tidak boleh dibuka sebelum diakomodir dalam penerimaan PNS tersebut.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.