JAKARTA - Permasalahan lumpur Lapindo yang hingga kini belum terselesaikan, menjadi salah satu faktor melorotnya elektabilitas Ketua Umum dan juga Calon Presiden Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical).
Hal itu disampaiakan Direktur Political Weather Station, Marsedes Marbun, dalam konferenasi pers di Hotel Century, Jakarta Selatan, Minggu (21/10/2012).
"Selain Lapindo, isu perusahaan Bakrie Group yang berkaitan dengan persoalan pajak dan hutang yang besar, juga menjadi faktor turunnya elektabilitas Aburizal Barie," ujar Marbun.
Labih lanjut dia menjelaskan, hal terpenting yang menjadi faktor turunnya elektabilitas Ical, adalah konflik internal di partai Golkar yang terus mencuat. "Dari situ mengakibatkan akselerasi partai Golkar berjalan lambat, dan yang terakhir yaitu, adanya sentimen Jawa dan non-Jawa dalam pencalonan Aburizal Bakrie dari Partai Golkar," tandasnya.
Senada dengan Marbun, Peneliti Utama Founding Fathers House, Dian Permata menyatakan, statement yang kerap kali dikeluarkan Ical kepada media, justru menjadi pemicu turunnya elektabilitas Bos Bakrie Group itu.
"Saya mengkutip langsung dari apa yang sudah diberitakan. Jadi sewaktu ditanya gimana pendapatnya soal korban Lapindo yang jalan kaki, beliau (Ical) justru menjawab 'capek dong', hal itu sama sekali tidak menunjukkan awareness dan malah menjatuhkan elektabilitasnya," tegas Dian.
Dian menilai, dengan media yang dimiliki Ical, seharusnya Ical bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan elektabilitasnya.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.