JAKARTA - Raja dangdut Rhoma Irama digadang-gadang akan turut meramaikan perebutan kursi Presiden pada Pemilu 2014 mendatang. Bahkan, beberapa habib secara terang-terangan mendukung Rhoma untuk maju pada Pilpres mendatang.
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto mengatakan, setiap orang yang hendak maju ke jabatan-jabatan publik seperti Calon Presiden (Capres) mestinya lahir dari perhitungan yang matang dan berbasis indikator yang jelas.
"Saya mengasumsikan Rhoma Irama ini tidak cukup matang memposisikan dirinya di tengah dinamika kontestasi jelang 2014. Salah satunya dia tidak pernah mempertimbangkan pendekatan scientific seperti pre election survey sabagai entry bagi pencalonannya," ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Jumat (16/11/2012).
Kata Gun Gun, hingga sekarang terlalu minim data yang menunjukkan elektabilitas Raja Dangdut itu.
"Terlebih jika harus head to head dengan kandidat lain yang sudah beredar sebelumnya. Jadi bagi saya, Rhoma yang mencalonkan sekarang ini, adalah Rhoma yang merasa percaya diri karena mungkin dia merasa mengantongi popularitas. Padahal, tidak semua popularitas bisa dikonversi menjadi elektabilitas," tambahnya.
Gun Gun pun menambahkan, memang benar setiap warga negara punya hak untuk memilih dan juga dipilih, terlebih di era demokrasi elektoral yang terbuka seperti saat ini.
"Namun, setiap orang yang hendak maju ke jabatan-jabatan publik seperti Capres maupun Cawapres mestinya lahir dari perhitungan yang matang dan berbasis indikator yang jelas. Misalnya kandidat sebaiknya melakukan pemetaan politik dan meraba dinamika opini publik terkait dengan bursa pencalonan. Nah, sebenarnya, jika melihat indikator-indikator objektif seseorang bisa memposisikan pilihan sikap politiknya secara lebih faktual dan kontekstual," tutupnya.
(Misbahol Munir)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.