Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Satu Abad Muhammadiyah Menyebarkan Pencerahan

Arpan Rachman , Jurnalis-Senin, 19 November 2012 |02:17 WIB
Satu Abad Muhammadiyah Menyebarkan Pencerahan
Muhammadiyah (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo, ikut menyambut satu abad perserikatan Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Perayaan satu abad Muhammadiyah dilangsungkan di auditorium Al-Amien, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Minggu (18/11/2012).
 
Perayaan tersebut dihadiri kurang lebih 10 ribu warga Muhammadiyah dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Agung Danarto, Ketua PW Muhammadiyah Sulsel, KH Alwi Uddin, bersama warga dan simpatisan yang ada di kawasan Sulsel. Juga tampak Ketua BPH Unismuh, Syaiful Saleh beserta civitas akademika Unismuh Makassar.
 
Syahrul mengatakan dalam sambutannya bahwa dirinya adalah warga Muhammadiyah. Selain karena orang tuanya warga Muhammadiyah juga telah banyak ilmu dan pelajaran yang dipetiknya dari Muhammadiyah itu sendiri.
 
“Muhammadiyah adalah sebagai organisasi kemasyarakatan dalam bidang dakwah dan pendidikan yang telah banyak membantu mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Sulawesi Selatan. Muhammadiyah telah banyak hal yang dilakukan dalam membangun kerjasama dalam melaksanakan program pemerintah provinsi,” tutur Syahrul.
 
“Satu abad Muhammadiyah merupakan waktu yang cukup panjang dan layak menjadi pengalaman bagi organisasi agar tetap eksis dalam berkarya demi kemajuan bangsa dan perserikatan ini,” sambung Syahrul.
 
Sebagai mitra kerja pemerintah, Muhammadiyah merupakan organisasi yang memiliki ideologi dalam mengawal perkembangan  bangsa dengan memberikan saran dan kritiknya serta menjunjung tinggi nilai ketauhidan, ibadah, akhlak, dan muamalah duniawi.
 
Sementara itu, Agung Danarto menambahkan Muhammadiyah dalam merefleksi satu abad kehidupan kebangsaan telah berkiprah melewati berbagai fase zaman yang sarat dinamika yang kesemuanya itu dihadapi dengan penuh keikhlasan dan perjuangan tanpa kenal lelah.
 
“Sekarang Muhammadiyah mengagendakan seratus tahun kedua (abad kedua) dengan komitmen kuat untuk melakukan gerakan pencerahan sebagai gerakan praksis islam yang berkemajuan untuk membebaskan, memberdayakan dan kemajuan kehidupan. Sekaligus menjawab atas persoalan kemanusiaan berupa kemiskinan, kebodohan, dan persoalan yang bercorak struktural dan kultural,” tegas Agung.
 
Selanjutnya, Agung berharap, pada abad kedua Muhammadiyah akan menghadapi perkembangan zaman yang semakin kosmopolitan. “Muhammadiyah sebagai bagian internal dari warga semesta dituntut komitmennya untuk menyebarluaskan gerakan pencerahan demi terbentuknya wawasan kemanusiaan universal dengan menjunjung tinggi perdamaian, toleransi, kemajemukan, kebijakan, keadaban, dan nilai-nilai yang utama,” pungkas Agung.

(K. Yudha Wirakusuma)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement