JAKARTA - Keputusan Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar untuk mengevaluasi pencapresan Aburizal Bakrie, dengan alasan tidak menanjak elektabilitasnya, sangatlah tepat.
Menurut Direktur Sun Institute, Andrianto, pengevaluasian pencapresan Ical sapaan akrab Aburizal Bakrie, yang dilakukan Wantim Golkar pasti memiliki niat baik.
"Saya pikir yang namanya Wantim pasti punya niat baik, supaya jago Golkar dalam Pemilu tidak keok mulu," kata Andrianto, kepada Okezone, Selasa (18/12/2012).
Dikatakan Andrianto, jago Golkar setelah era orde baru selalu kalah dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) baik melalui Sidang MPR ataupun pemilihan langsung.
Faktor kekalahan Golkar ini, sambung dia, disebabkan bukan faktor Ical melainkan psikologi rakyat yang tidak mau Capres berasal dari Golkar.
"Golkar memerlukan pemilihan ulang Capresnya jika tak mau gagal," tuturnya.
Lebih lanjut, Andrianto mengatakan pemilihan Capres Golkar untuk menggantikan Ical bisa dilakukan melalui mekanisme konvensi partai berlambang pohon beringin tersebut.
Sebelumnya, Wantim Partai Golkar mengirimkan surat kepada DPP meminta adanya pengevaluasian terhadap pencapresan Ical. Wantim merasa trauma dengan kekalahan Partai Golkar dalam beberapa pemilu terakhir. Terlebih pada tahun 2004, yang meskipun memenangkan Pemilu, namun Golkar kalah dalam Pilpres.
(Catur Nugroho Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.