Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

2013, Era Partai Politik Saling "Tikam"

Tri Kurniawan , Jurnalis-Rabu, 02 Januari 2013 |11:04 WIB
2013, Era Partai Politik Saling
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Kisruh antara elit partai politik (Parpol) diperkirakan akan semakin menjadi pada 2013. Pengamat Politik, Ray Rangkuti mengatakan, 2013 merupakan eranya para elit.

"Masa di mana para elit politik mulai saling 'menikam'," kata Ray kepada Okezone, (2/1/2013).

Pada 2012, kisruh antara penguasa ditandai dengan perseteruan eksekutif dan legislatif. Mulai dari kasus Bank Century, hengkangnya Menteri Keuangan Sri mulyani, konflik Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan DPR atau konflik Seskab Dipo Alam dengan DPR.

"Perseteruan antara eksekutif dan legslatif ini akan menurun. Sebab, perang politiknya sudah mulai antara satu parpol dengan parpol lain," terangnya.

Nasib Sekretariat Gabungan (Setgab), tambah Ray, akan rentan goyah  dan kemudian berpisah. Setiap partai politik mulai membuat pembeda sekaligus sebagai petanda khas partai politik masing-masing.

Sekalipun begitu, menurutnya, karena isu utamanya adalah pemerintahan bersih, maka parpol-parpol ini akan berlomba-lomba memunculkan wajah itu. Dimulai dengan bersikap pasif atas anggota atau pengurus parpol yang terjerat korupsi, hingga menjadi pembuka jalan bagi pembongkaran kasus korupsi dari parpol yang lain.

"Inilah yang kita sebut sebagai saling 'menikam' antar parpol. Maka siap-siaplah dengan keriuhannya," terangnya.

Ray juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu cepat puas atas satu atau dua manuver partai politik, tetap kritis dan jangan mudah terayu oleh tindakan manis tanpa kejelasan masa lalu.

"Lihat rekam jejak parpol dan kesungguhan mereka untuk berbenah bagi menciptakan politik yang sehat, transparan, dan akuntabel," pungkasnya.

(Tri Kurniawan)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement