JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie sempat mengatakan bahwa waktu yang digunakan oleh anggota dewan untuk melaksanakan reses terlalu lama. Bahkan Marzuki juga mengusulkan agar masa reses anggota DPR dipangkas, dari sebulan menjadi 14 hari. Usulan tersebut disampaikan agar anggota DPR lebih maksimal melakukan kerjanya di komplek parlemen.
Tampaknya usulan itu tidak sepenuhnya mendapatkan sambutan baik dari anggota dewan. Sekretaris Fraksi Partai Hanura Saleh Husein berpendapat, usulan itu harus dikaji lebih lanjut. Sebab dikhawatirkan hal itu akan memicu kegaduhan di kemudian hari.
"Apa yang digagas oleh Pak Marzuki harus kita hormati dan apresiasi, tentu beliau ingin agar lembaga DPR lebih fokus dan bekerja lebih banyak lagi di Senayan. Namun perlu dikaji dengan seksama agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (2/1/2013).
Yang harus dipertimbangkan secara matang kata Saleh, ialah kondisi geografis Insonesia. Tidak semua anggota dewan bisa dengan mudah melakukan akses ke daerah pemilihan (dapil). Ada juga beberapa anggota yang ber-dapil di kawasan pegunungan, atau wilayah kepulauan yang tentunya membutuhkan upaya dan waktu lebih untuk menuju lokasi tersebut.
"Perlu diketahui tidak semua dapil wilayahnya sama. Ada yang hanya daratan mungkin ini agak lebih mudah dijangkau dalam beberapa hari tapi ada dapil yang terdiri dari pulau-pulau yang enggak mungkin bisa dijangkau dalam waktu yang pendek. Ini yang harus menjadi kajian bersama," tandasnya.
(Rizka Diputra)