Buang Sampah Medis Sembarang, Sumber Air Beracun

|

Warga menunjukkan sampah medis dibuang sembarangan (Foto: Dion U?SindoTV)

Buang Sampah Medis Sembarang, Sumber Air Beracun

SUMBA TIMUR - Obat-obatan kedaluwarsa dan sampah medis dibuang sembarangan di padang sabana Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibatnya, sejumlah ternak warga mati keracunan.

Padang sabana di Desa Kambata Tana, Kecamatan Pandawai, yang biasanya menghijau di musim hujan dan menjadi area penggembalaan ternak, kini berubah menjadi tempat pembuangan sampah.

Parahnya lagi, obat-obar kedalurwasa, baik berbentuk padat maupun cair, serta cairan infuse dan jarum suntik menumpuk di luar tempat pembuangan akhir (TPA).

Bahkan, obat-obatan cair dan padat telah meracuni sumber air di sekitar lokasi. Akibatnya, banyak ternak warga yang mati setelah minum di tempat tersebut.

“Saya punya sapi dua dua ekor mati. Padahal kalau saya jual sudah bisa dapat puluhan juta. Tolong dinas kesehatan bertanggung jawab, kalau terus begini bisa ada lagi ternak kami yang mati,” kata Djama Landutana, seorang warga Kambata Tana, Selasa (8/1/2013) siang.

Warga menyebutkan, sampah-sampah itu dibuang oknum dinas kesehatan. Tudingan tersebut muncul karena mereka melihat banyak kendaraan pelat merah dan oknum berseragam dinas membawa sampah ke tempat ini.

“Orang dari kota yang pakai baju putih, ada laki dan perempuan yang datang buang. Banyak mereka bisa lebih dari 10 orang, pakai mobil putih. Saya lihat dua kali mereka datang, mereka tidak gali untuk tanam ini obat, jadi buang sembarang. Kalau hujan mau jadi apa sudah, mengalir kemana-mana,“ jelas Ama Bara Lunggi, seorang warga lainnya.

Tak hanya mengakibatkan enam ternak warga mati, namun sumber air beracun itu juga mengancam kelangsungan hidup ribuan ternak jenis sapi, kerbau, kuda, dan kambing. Warga mengaku cemas karena kondisi tersebut merupakan padang penggembalaan ternak. 

(tbn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Sambut Pembunuh Sri Wahyuni, Polisi Siaga di Bandara Soekarno-Hatta