Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Demokrat Bantah Tawari Yenny Wahid Bergabung

Susi Fatimah , Jurnalis-Rabu, 17 April 2013 |14:55 WIB
Demokrat Bantah Tawari Yenny Wahid Bergabung
Jero Wacik (Foto: Runi/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Partai Demokrat membantah telah menawarkan Zanuba Arrifah Hafsoh alias Yenny Wahid untuk bergabung ke Partai Demokrat. Keinginan bergabung ke Demokrat merupakan inisitif sendiri dari Putri sulung Abdurahman Wahid itu.

"Beliau (Yenny) menghadap Pak SBY bersama Ibu Sinta Nuriyah untuk silaturahmi. Nawarin (gabung) enggak ada. Gimana Pak SBY kalau misalnya saya bergabung. Bagus welcome. Kita juga senang. Tapi tahu-tahu kemarin saya dengar beliau menyatakan tidak jadi bergabung," ujar Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik di Istana Negara Jakarta, Rabu (17/4/2013).

Kendati tak jadi bergabung dan memilih untuk berada di luar partai politik, Jero menilai langkah ibu satu anak itu baik. "Tapi akan ikut berjuang dari luar, bagus jugalah," katanya.

Jero membantah jika batalnya Yenny bergabung ke partainya lantaran persoalan jabatan Wakil Ketua Umum yang enggan diberikan kepada Yenny. "Enggak, enggak. Pak Presiden juga bercerita pada saya tidak pernah ada bicara mengenai itu, mengenai jabatan dengan ibu Yenny. Bahwa ingin bergabung berjuang bersama iya," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Yenny batal bergabung dengan Partai Demokrat. Yenny mengatakan alasan dirinya batal bergabung dengan partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu karena tak direstui oleh 9 kiai sesepuh Nahdatul Ulama (NU).

"Hasil sowan ke sembilan sesepuh itu yaitu agar kami berada di luar saja," ujar Yenny.

Selain tak direstui oleh sembilan kiai, alasan lain Yenny batal bergabung ke Partai Demokrat lantaran tawaran dari partai berlambang bintang mercy itu telat. Yenny menjelaskan bahwa saat ini sejumlah kader PKBIB banyak yang sudah mengurus proses untuk maju sebagai calon legislatif ke sejumlah partai politik. Sehingga, lanjut Yenny, tak elok jika dirinya tetap berada di salah satu partai.

"Pertimbangan salah satunya banyak kader kami sudah terlanjur memproses caleg di partai-partai lain. Kalau saya di partai politik tertentu, saya tidak bisa mengayomi kader di partai-partai lain itu," katanya.

Selain itu, sambung Yenny, alasan lain menolak tawaran bergabung adalah karena dia ingin mendukung penuh perjuangan sang suami yang ingin maju sebagai calon legislatif dari Partai Gerindra di Pemilu 2014 mendatang.

"Kedua, saya ingin menghormati pilihan politik suami saya yang akan mencalonkan dari Partai Gerindra. Saya akan membantu suami saya," tutupnya.

(Dede Suryana)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement