Kejagung Periksa Dirut PT Pertani Terkait Korupsi Benih

Selasa, 23 April 2013 01:16 wib | Rizka Diputra - Okezone

Kejagung Periksa Dirut PT Pertani Terkait Korupsi Benih Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone) JAKARTA - Tim Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Direktur Utama PT Pertani (Persero), Eddy Budiono terkait kasus korupsi penyaluran benih tanaman hibrida di Kementerian Pertanian (Kementan). Kasus ini sendiri menyeret perusahaan milik BUMN PT Sang Hyang Seri (SHS).

"Saksi EB datang memenuhi panggilan penyidik pada pukul 10.00 Wib pagi tadi," ujar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/4/2013).

Eddy sebelumnya pernah menjabat sebagai Dirut PT SHS dalam kasus korupsi proyek Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) yang terjadi sekira periode 2008-2012 di sejumlah daerah meliputi Jawa Tengah, Banten, Jambi dan Lampung.

"Jadi yang bersangkutan diperiksa terkait tanggung jawabnya saat menjabat Dirut PT SHS dalam kegiatan pengadaan dan penyaluran benih bersubsidi seluruh Indonesia,” terang Untung.

Meski demikian, ia belum bisa memastikan apakah status yang bersangkutan dapat ditingkatkan menjadi tersangka. "Kita belum tahu, kita serahkan kepada penyidik saja. Ini masih pemeriksaan saksi," tandasnya.

Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan tiga orang tersangka dalam program benih bersubsidi, Cadangan Benih Nasional (CBN) dan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) di lingkungan Kementerian Pertanian itu, yakni Dirut PT SHS Kaharuddin, Manajer Kantor Cabang PT SHS Tegal Hartono dan Karyawan PT SHS Subagyo.

Kasus ini terjadi sekira 2008 sampai dengan 2012 saat Kementerian Pertanian Republik Indonesia menunjuk PT SHS (Persero) untuk mengadakan pengadaan benih untuk keperluan program benih bersubsidi, Cadangan Benih Nasional (CBN) dan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU).

Kemudian, untuk 2012 dilakukan seolah-olah lelang atau tender dan pemenangnya tetap PT SHS. Sedangkan, biaya pengelolaan Cadangan Benih Nasional (CBN) yang dilakukan oleh PT SHS (Persero) dari tahun 2009 sampai 2011 adalah sebesar biaya pemeliharaan CBN di Kantor Regional.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus yang merugikan negara itu. Mereka adalah Direktur Utama PT SHS Kaharudin, karyawan PT SHS Subagyo, dan Manajer Kantor Cabang PT SHS Tegal Hartono. (put)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »