JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat ini masih melakukan kunjungan kerja ke negara-negara sahabat. Namun, disela-sela kunjungannya orang nomor satu di Indonesia itu, masih menyempatkan diri untuk mencurahkan isi hatinya melalui jejaring sosial Twitter.
Pengamat politik dan Direktur Eksekutif The Sun Institute, Andrianto menilai, SBY hanya memanfaatkan media sosial dalam aspek komunikasi ke jejaringan menengah.
"Memang kelas menengah yang paling sensitif terhadap isu-isu politik terkini, SBY tentu ingin memastikan nol distorsi," ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Kamis (25/4/2013).
Selain itu, kata dia, SBY ingin menjangkau pemilih pemula mengingat mayoritas pengguna Twitter masih dikalangan usia remaja dan beranjak dewasa yang rentan terhadap politik dan cenderung apatis. "Jadi, kalaupun SBY memanfaatkan jejaring sosial itu hal yang sangat lumrah, dan sah-sah saja," pungkasnya.
Seperti diketahui, SBY melalui akun Twitter-nya @SBYudhoyono, mengkritisi tingkah polah para politikus di Indonesia. Menurutnya, salah satu penyakit politikus adalah rajin mengkritik saat tidak menjabat, namun berbeda ketika tengah menjabat.
“Penyakit politisi: ketika tidak menjabat mengkritik habis-habisan, tetapi ketika menjabat tidak melaksanakan apa yg dikritiknya,” tulis SBY dalam Twitternya kemarin malam.
Selain mengkritisi tingkah pola para politikus, SBY juga mengomentari pemberitaan seputar nama-nama bakal calon legislatif yang belakangan mencuat di media. SBY memberi tips kepada masyarakat agar tidak memilih caleg yang dirasa kurang pas di hati.
“Banyak komentar ttg Caleg (calon anggota DPR) yg diusulkan partai-partai politik. Begini saja .. jangan pilih yg tidak sreg,” tegas SBY.
(Misbahol Munir)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.