Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kepedulian Pemda soal Keselamatan Kerja Masih Rendah

K. Yudha Wirakusuma , Jurnalis-Minggu, 26 Mei 2013 |14:43 WIB
Kepedulian Pemda soal Keselamatan Kerja Masih Rendah
Muhaimin Iskandar (Foto: Runi Sari/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar meminta pimpinan Pemerintah Daerah (Pemda), agar benar-benar memberikan perhatian khusus terhadap pelaksaaan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hal tersebut untuk menghindarkan terjadinya kecelakaan kerja di wilayahnya.

“Kita tidak ingin kasus semacam Freeport dan kasus pabrik kuali Tangerang terus terulang. Oleh karena itu kita minta perhatian dan peranan pemda terhadap pembangunan ketenagakerjaan di wilayahnya harus ditingkatkan," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu (26/5/2013).

Selama ini, kata Muhaimin, perhatian dan kepedulian Pemda tehadap pelaksanaan sistem K3 di wilayahnya, dinilai masih rendah. Berdasarkan pengukuran Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK),  Indonesia 2012 indikator Kondisi Lingkungan Kerja hanya mencapai angka 3,71 (rendah) atau menurun dibanding 2011 silam. Pada 2011, angka indeks menunjukkan 5,02 (menengah-ke bawah).

“Program sosialisasi K3 terus kita gencarkan untuk  meningkatkan kesadaran dan pemahaman K3 dengan sasaran pimpinan Pemda, pengusaha dan para pekerja. Semua pihak harus menyamakan persepsi untuk mencegah kecelakaan kerja baik di lingkungan tempat kerja,  di jalan maupun di luar tempat kerja lainnya," paparnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Pusat Perencanaan Tenaga Kerja Kemnakertrans, salah satu penyebab rendahnya indek IPK indikator, adalah kondisi lingkungan kerja adalah kurangnya perhatian pemda terhadap indikator kepatuhan Wajib Lapor Ketenagakerjaan di perusahaan, penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) dan jumlah kecelakaan kerja.
 
Muhaimin mengatakan, untuk menanggulangi terjadinya kasus-kasus kecelakaan kerja, diperlukan upaya-upaya maksimal, untuk meminimalisasi resiko dan mencegah penyebab-penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja.

Pihaknya pada 16 Oktober 2012 lalu telah meluncurkan slogan anti kecelakaan kerja dengan tagline 'Saya Pilih Selamat'. Peluncuran slogan ini ditujukan untuk mengkampanyekan pelaksanaan norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahan-perusahaan dalam rangka mengurangi jumlah kecelakaan kerja di Indonesia.

"Program 'Saya Pilih Selamat' sebagai suatu ikon baru diharapkan dapat populer dan mudah diingat yang merepresentasikan seseorang yang menjunjung tinggi keselamatan. Jadi, selamat itu harus dimulai dari diri sendiri," paparnya.
        
Kecelakaan kerja tidak hanya dapat menyebabkan kematian, lanjut Muhaimin, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat memengaruhi produktivitas. "Kesejahteraan masyarakat bahkan dapat menurunkan Indeks Pembangunan Manusia dan pada akhirnya berpengaruh terhadap daya saing nasional," tegasnya.
          
Pelaksanaan K3 merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga kerja yang sangat penting karena akan mempengaruhi ketenangan bekerja, keselamatan, kesehatan, produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja.

“Tujuan dasar dari penerapan K3 adalah mencegah atau mengurangi kecelakaankerja, penyakit akibat kerja dan terjadinya kejadian berbahaya lainnya. Dengan berbagai upaya kita berharap tahun 2015 bisa terwujud Indonesia Berbudaya K3,” ucapnya.

Oleh karena itu, sambung Muhaimin,  saya mengajak pimpinan pemerintah daerah, para pengusaha, pekerja dan masyarakat di seluruh Indonesia agar melakukan upaya konkrit pelaksanaan K3, serta meningkatkan kesadaran, partisipasi dan tanggung jawab menciptakan prilaku K3. "Sehingga K3 benar-benar menjadi Budaya bangsa Indonesia," pungkasnya.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement