JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berharap, bagi siapapun atau lembaga swasta yang ingin mengumpulkan dan menyalurkan bantuan untuk korban bencana Aceh supaya dikoordinasikan dengan BNPB atau BNPB Daerah, yaitu Aceh.
Humas BNPB Sutopo menjelaskan, hal itu ditujukan agar bantuan tetap sasaran dan berguna untuk para korban.
"Untuk yang ingin menghimpun bantuan bisa dikoordinasikan dengan BNPB atau BNPB Daerah. Hal itu supaya diketahui apa kebutuhan para korban bencana dan bantuannya tepat," kata Sutopo dalam jumpa pers, di kantornya, Jakarta, Rabu (3/7/2013).
Lanjutnya, yang terpenting seluruh bantuan itu disampaikan ke BNPB. Pengelolaannya tentu akan dikembalikan kepada penghimpun bantuan tersebut. "Perlu juga diaudit dan tanggungjawabnya ada dimasing-masing pengelolaan. Sampaikan secara terbuka," katanya.
Dia menyayangkan dengan pengelolaan bantuan secara nasional yang tanpa kordinasi. Dicontohkannya, seperti yang terjadi saat Gunung Merapi meletus pada 2010 silam, di mana pembangunan infrastruktur yang dilakukan swasta ini tidak tepat sasaran.
"Contoh dulu waktu Merapi, ada lembaga swasta yang membangun infrastruktur, seperti sekolah dan tempat tinggal, tanpa koordinasi dan malah membangun di tempat yang rawan. Akhirnya masyarakat tidak ada yang mau direlokasi. Karena itu perlu kordinasi," paparnya.
BNPB, sesuai instruksi presiden, harus melaksanakan penyelamatan terhadap korban dan membantu penanganan gempa di Aceh dengan berkoordinasi dengan lembaga terkait, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian PU, TNI, Polri, PMI. Namun, dalam penangananya tetap dilakukan oleh Pemda selaku pusat kordinasinya.
"BNPB tidak mengambil alih, kita hanya lakukan pendampingan, tanggungjawab utama ada di Pemda," terangnya.
Seperti diketahui gempa bumi sempat beberapa kali terjadi di Provinsi Aceh. Bahkan, gempa terasa 15-45 detik di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah. Gempa terbesar tercatat dengan kekuatan 6,2 Skala Richter (SR).
Untuk saat ini, BNPB mencatat ada 24 orang yang meninggal dunia, dua orang hilang dan 249 orang luka-luka serta lebih dari 400 rumah rusak. Selain itu, sejumlah infrastruktur juga rusak. Meski belum terinventarisir semua, dua buah buldoser disiagakan di Takengon untuk penanganan jalan.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.