JAKARTA - Sejak tahun 2005 sampai tahun ini, kepercayaan masyarakat terhadap elit politik menurun sebesar 17 persen hal tersebut berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Pengamat politik Arya Fernandes mengatakan bahwa partai politik harus segera membenahi diri, agar golput tak menang dalam pemilu 2014 mendatang.
"Untuk membendung golput, langkah terbaik partai harus bekerja dekatkan diri konstituen. Tidak melakukan korupsi, bekerja dengan baik. Saya kira masyarakat akan perlahan percaya parpol," kata Arya saat berbincang dengan Okezone, Minggu (7/7/2013).
Dia menambahkan bahwa partai politik perlu bekerja keras untuk menampilkan sosok figur yang bersih serta merakyat. "Kalau tingkat kompetisi partai kuat, dan figur capres yang digemari mayarakat, itu akan mengurangi angka golput," ungkapnya.
Sebelumnya LSI menemukan kepercayaan masyarakat terhadap elit politik menurun sebesar 17 persen sejak tahun 2005 sampai tahun ini.
"Sejak 2005, kami sudah melakuakan tiga kali survei. Pada tahun 2005, survei menunjukkan ketidakpercyaan publik terhadap elit politik sebesar 34,6 persen, pada 2009 39,6 persen, dan pada Juli 2013 ini, sebanyak 51,5 persen ketidakpercayaan publik terhadap elit politik," kata peneliti LSI, Rully Akbar dalam konferensi persnya di Gedung LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (7/7/2013).
Rully menyebutkan, baik masyarakat di desa maupun di kota, baik laki-laki maupun perempuan menunjukkan ketidakpercayaan terhadap komitmen moralitas publik para elit politik.
Rully mencatat, untuk laki-laki tingkat kepercayaan hanya sebesar 35 persen sedangkan yang tidak percaya sebesar 57,5 persen. Sementara untuk perempuan ada 40,9 persen publik yang percaya pada para elit, dan 47 persen yang tidak percaya.
(K. Yudha Wirakusuma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.