PPI Bisa Jadi Kendaraan Politik Baru untuk Anas

|

Anas Urbaningrum

PPI Bisa Jadi Kendaraan Politik Baru untuk Anas

JAKARTA - Organisasi kemasyarakatan (ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang dimotori mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dinilai bakal menjadi kendaraan politik baru untuknya. Ormas tersebut dianggap sebagai langkah strategis untuk menggalang opini publik atas kasus hukum yang melilitnya.

“Pembentukan PPI oleh Anas itu arahnya memang ke kendaraan politik, apalagi dia baru saja lepas dari dunia politik karena kasus korupsi Hambalang yang menjeratnya,” kata pengamat politik AS Hikam, kepada Okezone, Rabu (28/8/2013).

Menurutnya, ormas tersebut juga dapat digunakan untuk menggalang opini publik dan melemahkan kasus Hambalang yang menjeratnya. Apalagi, masyarakat Indonesia mempunyai kecenderungan menyukai hal-hal baru dengan tokoh-tokoh di dalamnya.

“Apabila dalam kasus Hambalang dia clear maka ormas yang baru dibentuknya itu akan efektif untuk menarik simpati massa, namun apabila dia tetap masuk penjara gara-gara kasus tersebut maka sia-sialah strateginya itu,” tegasnya.

Namun apabila Anas bebas dan tidak tersangkut kasus korupsi itu, maka akan menjadi lembaran baru bahwa dirinya merupakan orang yang bersih. Dengan begitu, masyarakat akan menempatkannya pada posisi terhormat dan semakin menokohkannya. 

“Apabila bebas dari kasusnya maka Anas akan menciptakan opini publik yang bagus. Anas bakal menjadi tokoh central di situ,” ujarnya.

Ditambahkannya, ormas itu memiliki orientasi untuk jangka pendek dan panjang. Jangka pendek merupakan Pemilu 2014, dengan target yang dicapai bisa masuk ke kabinet atau tim sukses. Sementara jangka panjang adalah untuk kepentingan Pemilu 2019.    

“Tidak mesti ormas itu bakal menjadi parpol, tapi kalau ormas itu solid pasti bakal digaet oleh parpol-parpol lain. Untuk 2014 mungkin targetnya bisa masuk kabinet atau tim sukses,” urainya.

Semantara itu, salah orang dekat Anas, Gede Pasek Suardika (GPS), membantah jika organisasi yang baru dibentuk rekannya itu untuk kendaraan politik. “PPI ini hanya sebatas ormas ya tempat kumpul, silaturahim membuat gagasan dan pergerakan bermanfaat terutama pada bidang sosial dan budaya,“ ujar GPS.

PPI lebih berorientasi kepada bidang sosial dan budaya, lanjut GPS, karena dua bidang itu sering ditinggalkan pada kancah perpolitikan. Menurutnya, PPI merupakan ajang untuk menyalurkan hobi yang tak perlu dirisaukan keberadaannya.

“Enggak ada yang perlu dirisaukan dengan PPI, kegiatannya hanya pada bidang sosial dan budaya, kumpul-kumpul, ziarah ke makam menunjungi candi untuk mengetahui sejarahnya,” tutupnya.

(tbn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ahok Tak Segan Pecat PNS Nakal