MEDAN - Warga di sekitar kaki Gunung Sinabung bingung dengan kinerja pemerintah, yang seolah tak perduli dengan aktivitas gunung yang memiliki ketinggian 2.451 meter dari permukaan laut (mdpl) itu. Padahal ada pos pemantaun yang dijalankan oleh pemerintah, melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Salah seorang warga Desa Kuta Gugung Kecamatan Naman Teran, yang berada sekitar 3.3 km dari puncak gunung menyatakan kekecewaannya. Padahal informasi terkait status gunung berkaitan erat dengan kehidupan ribuan orang yang tinggal di sana.
"Kalian perlu lah menyampaikan, kenapa pemerintah seperti ini. Masa gunung yang berstatus aktif, dan ada pusat pemantauannya di sini, tapi tak sedikitpun memberitahukan kepada masyarakat akan adanya potensi letusan. Kalau ada korban jiwa, bagaimana. Ini kan bisa jadi insiden yang sangat memalukan. Kami enggak tahu lah repotnya mereka kerja seperti apa, tapi masyarakat kan berhak tahu. Jadi enggak ada kepanikan," tegasnya pada Okezone saat dihubungi via selular, Minggu (15/9/2013).
Terkelin juga mengatakan, dia sempat memeriksa situs vulkanologi pemerintah, sesaat setelah letusan terjadi. Namun faktanya dia tidak menemukan informasi apapun terkait letusan Sinabung. Bahkan status Sinabung belum berubah sejak letusan 7 Oktober 2010 lalu.
"Saya sempat mengakses situs vulkanologi Kementerian ESDM. Tapi enggak ada informasi yang saya dapat. Status gunung yang sudah meletus pun tidak berubah dan masih seperti waktu letusan 2010 lalu. Kecewa kita," tukasnya.
Terkelin mengatakan, ia dan sejumlah penduduk desa memilih bertahan dan tidak mengungsi, karena belum adanya arahan dari pemerintah. "Beberapa warga memang sudah mengungsi. Di sini hujan abu, tetapi enggak terlalu tebal. Sesak memang, tapi kami tunggu lah apa kata pemerintah," pungkasnya.
(Risna Nur Rahayu)