Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

77,1 % Warga Banten Nilai Rezim Atut Sarat Korupsi

Arief Setyadi , Jurnalis-Minggu, 05 Januari 2014 |13:49 WIB
77,1 % Warga Banten Nilai Rezim Atut Sarat Korupsi
(Foto: Arief Setyadi/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Tingkat kepercayaan warga Banten kian merosot terhadap kepemimpinan Ratu Atut Chosiyah menyusul penahanan operator politik Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan. Ditambah lagi tak lama kemudian KPK menetapakan Atut sebagai tersangka kasus suap sengketa Pilkada Lebak dan proyek pengadaan alat kesehatan.

Bahkan, Direktur Indikator Politik Indonesia (IPI) dalam survei shadow state (negara bayangan), menyatakan lebih dari 3/4  warga Banten menilai pemerintah provinsi Banten sudah tidak bersih.

"Kalau ditotal mayoritas warga Banten ada 77,1 persen menilai Pemerintah Provinsi Banten tidak bersih dari praktek korupsi dan suap," katanya saat memaparkan hasil survei di kantor IPI, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (5/1/2014).

Dengan rincian, 58,5 persen menilai kurang bersih, 18,6 persen tidak bersih sama sekali, cukup bersih 12,9 persen, tidak menjawab 8,5 persen, dan yang menilai sangat bersih hanya 1,5 persen.

Pertanyaan serupa dilayangkan kepada 195 responden khusus di Tangerang Selatan (Tangsel). Hasilnya tidak jauh berbeda. Yakni 71,8 persen warga Tangsel menilai Pemerintah Kota yang dipimpin oleh Wali Kota Airin Rachmi Diany yang notabene istri Wawan, sudah tidak bersih dan praktek korupsi dan suap.

"Mayoritas warga Tangsel mencapai 71,8 persen menilai pemerintahaan Kota Tangsel tidak bersih dari praktek korupsi dan suap," tukasnya.

Survei ini dilakukan tanggal 22-29 Desember 2013, yang dilakukan  kepada seluruh warga Indonesia di seluruh provinsi Banten yang sudah mempunyai hak pilih sudah berusia 17 tahun atau sudah menikah.

Namun, dengan Jumlah sampel basis 400 responden, dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling. Margin error ±5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Selain itu, untuk kebutuhan analisis, dilakukan over sampel di Tangerang Selatan dengan total 195 responden (berarti ada 595 sample bila digabung 400 responden).  Perlunya Tangsel perlu mendapat perhatian khusus karena keterkaitan erat antara tersangka dengan Tangsel. Margin error-nya ± 7 persen.

Responden terpilih diwawancarai secara tatap muka, dengan masing-masing kelurahan/desa terdiri dari 10 responden. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih. Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement