JAKARTA- Indonesia diyakini mulai lepas dari era Reformasi dan akan memasuki era Indonesia Baru hasil Pemilu 2014. Di era Indonesia Baru, semua komponen bangsa, termasuk jurnalis televisi dihadapkan pada tantangan dan dimensi baru dalam berbagai bidang kehidupan. Para jurnalis televisi akan menghadapi kenyataan baru di bidang politik, birokrasi, ekonomi, dan hukum.
Menyadari situasi rumit tersebut, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyelenggarakan Bulan Jurnalistik Televisi Indonesia Mei 2014 dengan tema ”Jurnalis TV dalam Era Indonesia Baru”.
"Tiap bulan Mei IJTI menyelenggarakan Bulan Jurnalistik Televisi Indonesia dengan dua tujuan utama. Meningkatkan kompetensi anggota dan mengedukasi masyarakat secara dialogis, yakni masyarakat dapat memanfaatkan seluruh rangkaian acara sebagai feedback bagi dunia jurnalistik tv dan seluruh stasiun televisi," kata Ketua Umum IJTI, Hendriana Yadi, Kamis (17/4/2014).
Sepanjang Mei, kata Yadi, akan dilaksanakan berbagai kegiatan merumuskan persepsi baru agar jurnalistik televisi tak kehilangan ruhnya. “Yakni, penyampai fakta sebagaimana adanya dan menempatkan idealisme jurnalistik positif sebagai pegangan utama. Hal ini sekaligus untuk menjawab keraguan masyarakat yang menuding televisi hanya alat industrialisasi,” katanya.
Rangkaian kegiatan bulan jurnalistik televisi Indonesia itu meliputi seminar bersama para capres dan cawapres paling potensial untuk mendapat gambaran bagaimana mereka akan menakhodai negeri ini. Dilanjutkan IJTI Award 2014, peluncuran buku, pameran, peningkatan kompetensi, sikap profesional, dan penguatan idealisme anggota di seluruh Indonesia.
Selain itu, untuk memperkuat pendekatan nasional, IJTI bekerjasama dengan Asosiasi Jurnalis Televisi Asia Pasifik (AJTAP) menyelenggarakan konferensi jurnalis televisi internasional di Manado.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.