Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PBNU Ajak Seluruh Masyarakat Tolak ISIS

Arief Setyadi , Jurnalis-Jum'at, 08 Agustus 2014 |18:29 WIB
PBNU Ajak Seluruh Masyarakat Tolak ISIS
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Foto: Arief Setyadi/Okezone)
A
A
A

JAKARTA- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak seluruh masyarakat untuk menolak penyebaran paham dan berdirinya kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). ISIS dinilai sebagai gerakan yang mengancam keutuhan NKRI, bertentangan dengan jiwa Pancasila, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
 
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengungkapkan empat sikap salah satu Ormas Islam terbesar di Indonesia ini. Pertama, kemunculan ISIS secara nyata sudah menimbulkan fitnah yang memperkeruh kehidupan umat islam serta hubungan antar umat beragama di Indonesia.
 
"Karena kelompok ini bukan hanya memperjuangkan gagasan politik negara/khilafah Islamiyah, tetapi memperjuangkan paham yang tidak sesuai dengan paham Islam Ahlussunnah wal jamaah," katanya saat jumpa pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014).
 
Kedua, NU berpegang teguh pada keyakinan bahwa islam adalah agama yang menjunjung tinggi kedamaian dan bukan agama kekerasan. Sehingga, islam jelas tidak mentolerir kekerasan. Islam merupakan agama yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan menjunjung kasih sayang.
 
"Sifat dasar islam tersebut nyata-nyata bertolakbelakang dengan cara-cara yang dilakukan ISIS, yang melakukan kekerasan sampai membunuh ulama yang tidak sejalan dengan ISIS," tuturnya.
 
Kiai Said menambahkan,  yang ketiga, berkaitan dengan gagasan mendirikan daulah Islamiyah, dimana Nabi Muhammad tidak pernah memproklamirkan berdirinya negara Islam atau negara agama. Nabi hanya berjuang untuk menguatkan sistem Negara Madinah sebagai negara yang berkeadaban. Platformnya adalah tamaddun, bukan islam, dan bukan pula suku.
 
Penduduk Madinah juga ada yang muslim dan ada yang non muslim serta ada dari suku Arab dan non Arab. Maka, jelas di tengah negara masyarakat Madinah yang majemuk, Rasulullah membuat konstitusi yang sekarang dipandang bersifat modern yang didalamnya berisi kesepakatan yang dikenal dengan Piagam Madinah (Shahifah al Madinah) pada 622 Masehi. Seluruh penduduk yang ada sama dimuka hukum, aturan serta hak dan kewajibannya, meski mereka berbeda-beda dalam hal keyakinan agama, suku, dan berbeda rasanya.
 
"Artinya umat islam sesuai dengan wilayah kebangsaannya masing-masing boleh membentuk negara yang sejalan dengan contoh dari Rasulullah tersebut, dan tidak wajib mendirikan negara secara formal islam seperti yang diperjuangkan kelompok ISIS ini. Bagi NU, NKRI berdasarkan Pancasila sudah sesuai dengan negara berdasarkan Piagam Madinah," ungkapnya.
 
Kemudian, yang keempat, ISIS sudah ditolak oleh semua Ulama Internasional, semisal Syech Yusuf al-Qardhawi dan Syech Wahbah Zuhaili itu patut dipertanyakan kenapa ISIS muncul ketika Israel menggempur Gaza, yang nyatanya telah memecah perhatian umat islam terhadap perjuangan dan pembelaaan terhadap rakyat Palestina. Tentu ini akan jadi pertanyaan strategis yang perlu dikaji mendalam dengan riset dan investigasi.
 
"Dari latar belakang tersebut, NU menolak dan mengajak masyarakat untuk menolak penyebaran paham dan berdirinya ISIS. NU menggarisbawahi penolakan yang sudah dimulai oleh para ulama Timur Tengah. Selain itu, gerakan ISIS mengancam keutuhan NKRI, bertentangan dengan jiwa Pancasila, dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, Indonesia harus menolak berdirinya ISIS, yang jelas membahayakan keselamatan bangsa dan mengancam keutuhan negara,"pungkasnya.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement