Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ironi, 12 Anak Sekolah Terlibat Kejahatan Sadis

Dede Suryana , Jurnalis-Kamis, 09 Oktober 2014 |12:46 WIB
Ironi, 12 Anak Sekolah Terlibat Kejahatan Sadis
Pembunuhan (Ilustrasi)
A
A
A

JAKARTA - Tindak kejahatan sadis semakin marak dilakukan remaja dan anak-anak di bawah umur. Indonesia Police Watch (IPW) mencatat, sebanyak 12 anak terlibat kejahatan sadis seperti pembunuhan dan perampokan, dalam enam bulan terakhir.

“Ironisnya sebagian besar korban adalah teman akrab dan teman main pelaku. Hanya karena persoalan sepele pelaku membunuh temannya,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan persnya, Kamis (9/10/2014).

Seperti yang terjadi pada 5 Oktober 2014 di depan Pasar Modern, Perumahan Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur. Tiga pelajar, masing R (15), I (16), dan F (14) membunuh temannya, Chaerul (16), pelajar SMK Mercusuar dengan cara menggorok lehernya. Alasannya, ketiganya sakit hati karena korban memaki mereka.

Dalam catatan IPW, sambung Neta, dari enam kejahatan yang dilakukan anak di bawah umur itu, empat kasus di antaranya adalah pembunuhan sadis dan dua perampokan. Dari enam kasus kejahatan ini, 12 anak dinyatakan terlibat sebagai pelaku.

“Bahkan anak usia 12 tahun, AP terlibat merampok rumah pengusaha Wevie Viyana di Pamulang, Tangerang. Sementara anak usia 10 tahun, Sy menganiaya temannya Renggo Khadafi (10) hingga tewas pada 28 April 2014 di Jakarta Timur,” sambungnya. Akibat kejahatan anak ini empat orang tewas dan dua luka.

Tragisnya, kata Neta, dalam kejahatan anak ini para pelaku bertindak layknya orang dewasa. Dia mencontohkan kasus di Cisauk, Tangerang, dua anak di bawah umur menjadi geng sepesialis pencurian sepeda motor. Seorang di antaranya ditembak polisi karena melawan saat hendak ditangkap. Sedangkan di Pamulang, dua anak di bawah umur menjadi sindikat sepesialis perampokan rumah mewah.

Neta menambahkan, Jakarta Timur menjadi daerah rawan kejahatan anak selama enam bulan terakhir, yakni ada tiga kasus. Tangerang dua kasus dan Bekasi satu kasus.

“Para orang tua, pihak sekolah, tokoh masyarakat maupun pemerintahan daerah perlu mencermati fenomena ini. Sebab kejahatan anak yang makin sadis dan brutal ini makin mengkhawatirkan,” tutupnya.

Berikut enam kejahatan sadis yang dilakukan Anak:

5 Okt 2014

Tiga pelajar nekat mencekik dan menggorok leher teman mainnya hingga tewas. Kemudian mengambil hp dan sepeda motor korban Chaerul (16) pelajar SMK Mercusuar. Ketiganya adalah Rio Santoso (15) Pelajar SMK Karya Ekonomi, Ikhwan (16) Pelajar SMP Nurul Ikhsan, dan M Febriyansah (14) pelajar SMP Nurul Ikhsan. Berbekal pisau, korban dianiaya hingga tewas di depan Pasar Modern, Perumahan Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur.

13 Juni 2014
 
Dua anggota geng pencuri kendaraan bermotor yang masih di bawah umur, yakni IH (17) dan SS (16) diciduk polisi di Cisauk, Tangerang. Sementara ketuanya, Irfan alias Keling (18) terpaksa ditembak kakinya karena melawan saat hendak ditangkap. Aksi terakhir yang mereka lakukan terjadi 11 Juni 2014 malam. Jeri Irawan (20) yang sedang melintas bersama temannya di Jl Raya Pasar Jengkol, Tangerang. Mereka pukul hingga jatuh dan diambil sepeda motornya.

4 Mei 2014

Renggo Khadafi (10) tewas setelah dianiaya teman sekelasnya Sy (10) pada 28 April 2014. Aksi penganiayaan dilakukan di dalam kelas dan disaksikan teman-temannya di Kelas V SDN 9 Makasar, Jakarta Timur.

18 Mei 2014

RM (17) dan AP (12) ditangkap polisi setelah merampok rumah pengusaha Wevie Viyana (35) di Kompleks MA Jalan Teratai, Pamulang, Tangerang Selatan. Sementara satu temannya R (18) masih diburu polisi. Sejumlah perhiasan emas dan telepon genggam mereka jarah dari rumah korban.

14 Mei 20014

Bambang (16) bersama seorang temannya yang juga berusia remaja membunuh seorang remaja berusia 14 tahun, yang belum diketahui identitasnya di Babelan, Bekasi, Jabar. Setelah menjerat lehernya, korban bersama sepeda motornya dibawa ke Rorotan, Cilincing, Jakut. Saat hendak membuang mayat korban, aksi pelaku diketahui warga. Akibatnya Bambang dikeroyok massa, sementara kawannya berhasil kabur.

10 Mei 2014

Yakobus Yunusa alias Bush (14) tewas dibacok dengan clurit oleh MF alias Alit (14) di Ciracas, Jakarta. Timur, dengan luka menganga di dada dan pinggang kiri. Siswa kelas I SMP itu dibunuh temannya karena sering mengejek.

(Dede Suryana)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement