ARIZONA - Keluarga sukarelawan asal Amerika Serikat (AS) yang disandera ISIS, Kayla Mueller, menyatakan bahwa Kayla telah tewas. Meski begitu, belum ada kepastian mengenai keadaan Kayla. Presiden AS Barack Obama pun bersumpah akan memburu ISIS.
Pernyataan dari Pemerintah AS menyebutkan, keluarga Mueller telah menerima e-mail dan foto-foto dari ISIS akhir minggu lalu yang memungkinkan intelijen AS memastikan Kayla telah tewas. ISIS menyebutkan, perempuan 26 tahun tersebut tewas saat serangan bom dari jet-jet Yordania menghantam gedung tempat ia ditahan. Pihak Yordania dan AS meragukan keterangan ISIS atas penyebab tewasnya Kayla itu.
Kayla bukan warga negara AS terakhir yang ditahan oleh ISIS. Pada Selasa 10 Februari, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan mengenai adanya warga negara AS lain yang ditahan oleh ISIS.
"Kami mengetahui bahwa ada sandera warga negara AS lainnya (yang ditahan ISIS) di daerah tersebut," kata Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (11/2/2015).
Kerabat Kayla menyatakan merasa sedih atas keadaan ini, dan memublikasikan surat-surat yang dikirimkan oleh Kayla selama dalam tahanan. Kayla ditangkap militan ISIS pada Agustus 2013 saat meninggalkan rumah sakit di Aleppo, Suriah.
Kebanyakan dari para sandera ISIS adalah sukarelawan atau jurnalis. Seorang jurnalis AS, Austin Tice, yang menghilang di Damaskus pada Agustus 2012 sampai saat ini tidak diketahui keadaan dan keberadaannya. Ada juga jurnalis Inggris, John Cantlie, yang ditangkap ISIS pada November 2012 di Suriah. Dalam beberapa bulan terakhir, tiga warga AS, dua warga Inggris, dua warga Jepang, dan seorang pilot Yordania telah dieksekusi oleh ISIS.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.