JAKARTA – Tidak hanya perwira Jepang, Laksamana Tadashi Maeda, yang punya jasa tak terkira bagi tercetusnya Proklamasi 17 Agustus 1945. Di sisi lain, Jerman lewat Kriegsmarine (Angkatan Laut) mereka juga punya andil.
Bayangkan, bagaimana jadinya jika teks proklamasi yang ditulis tangan Soekarno, tidak diperkuat teks tertulis resmi lewat ketikan? Tapi sayangnya di rumah Maeda yang kini jadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi, saat itu tak terdapat mesin ketik dengan huruf latin.
Di rumah Maeda yang dulu beralamat di Jalan Miyako-Doori No.1 (kini Jalan Imam Bonjol No.1, Jakarta Pusat), hanya ada mesin ketik dengan huruf kanji. Hal ini pun jadi kendala tersendiri, sampai tiba inisiatif Myoshi, salah satu ajudan Maeda, untuk meminjam mesin tik dengan huruf latin milik kantor perwakilan Kriegsmarine, sahabat mereka di Perang Dunia II.
Berangkatlah Myoshi dengan jip untuk meminjam mesin tik milik Korvettenkapitän Dr. Hermann Kendeler. Fakta ini diperkuat dengan betapa miripnya hasil ketikan teks proklamasi dengan sejumlah dokumen U-Boot (kapal selam) Nazi Jerman yang pernah berdiam di Hindia-Belanda (sebutan Indonesia di masa itu).