“Hasilnya diperbanyak dan disebar agar rakyat tahu. Sementara teks aslinya sempat disimpan beliau (BM Diah) dan baru dikembalikan ke pemerintah di zaman Soeharto 48 tahun kemudian,” sambungnya.
Pun begitu ketika Okezone berkunjung ke museum tersebut, koleksi mesin ketiknya sudah bukan mesin tik yang dipakai pada saat itu. Kajian tentang merek maupun tipenya belum terungkap.
“Iya, yang di sini hanya (mesin tik) replika. Kami pun belum tahu mesin tik seperti apa yang dipakai ketika itu. Sementara mesin ketik ini ya yang memang dipakai di era 1940-an,” tandas Jaka.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.