PAMEKASAN - Debet air di Waduk Samiran, Pamekasan, Jawa Timur, menyusut karena musim kemarau. Semula debet air di sana 1.200 liter per detik, kemudian menyusut menjadi 700 liter per detik.
Petugas operator waduk itu, Musaffak, mengatakan, penurunan debet air ini telah mengakibatkan sejumlah irigasi tak terjangkau.
Semula waduk itu bisa memenuhi kebutuhan 2.462 hektare lahan pertanian. Kini hanya sanggup memenuhi kebutuhan air untuk 1.600 hektare lahan.
"Dengan demikian ada 862 hektare lahan pertanian yang biasa memanfaatkan aliran air di Waduk Samiran, kini tidak teraliri air," ujarnya, Rabu (26/8/2015).