MONETA – Insiden penembakan yang terjadi di wilayah Moneta, Negara Bagian Virginia, Amerika Serikat (AS), kembali memperpanjang daftar rentetan kasus penembakan yang berujung kematian, baik itu yang dilakukan aparat keamanan maupun warga sipil.
Berdasarkan penelitian independen yang dilakukan oleh Profesor Adam Lankford dari Universitas Alabama, semua rentetan kasus penembakan itu tidak lepas dari kebijakan kepemilikan senjata api (senpi) yang sangat bebas. Bahkan, menurutnya warga sipil di AS merupakan yang terbesar di dunia dalam hal kepemilikan senpi.
Lankford diketahui memiliki data tentang berbagai kasus penembakan yang terjadi di AS selama periode 1966 hingga 2012 yang ia kumpulkan dari hasil penelitian. Data tersebut menunjukkan bahwa Negeri Paman Sam memiliki 90 pelaku penembakan massal dalam rentang 46 tahun.
“Mengingat fakta bahwa ada lebih dari 200 juta senjata api yang beredar secara luas di AS, memang tidak mengherankan bahwa pelaku penembakan massal sangat banyak di negeri ini,” ungkap Profesor Lankford, seperti dilansir dari Value Walk, Kamis (27/8/2015).