JAKARTA – Pertemuan di Wina, Austria pada 30 Oktober 2015 disebut Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, adalah awal yang sangat bagus untuk penyelesaian konflik Suriah lewat jalur negosiasi.
Dalam pertemuan setingkat menteri tersebut disepakati bahwa jalan damai wajib dipilih untuk menyelesaikan konflik Suriah. Terdapat dua poin penting yang dihasilkan, yaitu membuat daftar kelompok mana saja yang wajib dilawan dan menentukan lawan yang moderat utamanya dari kelompok pemberontak Suriah.
“Tentu saja tidak semua kelompok militan bisa diklasifikasikan sebagai musuh. Kelompok pemberontak di Suriah contohnya. Kita bisa mengajak dan mengakomodasi keinginan mereka dalam negosiasi damai,” ujar Galuzin saat ditemui di kediamannya di Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2015).
Lebih lanjut, Galuzin menyebut apabila perdamaian sudah berhasil dicapai, Suriah harus menjadi negara yang bersatu, sekuler, dan nyaman untuk ditinggali semua pemeluk agama. Pria berkacamata itu juga meminta pihak luar berperan aktif dalam konflik Suriah.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.