PEKANBARU - Razia yang dilakukan aparat gabungan pasca-bentrok antara kader HMI Makassar dan panitia Kongres HMI di Pekanbaru, dini hari tadi, ternyata tak hanya membuahkan dua pucuk senjata api ratitan dan senjata tajam.
Polisi turut mengamankan busur dan anak panah dari tong sampah di sekitaran GOR Remaja yang dihuni kader HMI dari Makassar dan Ambon. Selain itu, ditemukan tiga botol yang isinya diduga racun untuk anak panah.
Saat ini barang bukti diamankan oleh aparat keamanan. "Untuk cairan yang kita sita dibutuhkan uji laboratorium apakah itu beracun atau tidak," ucap Kapolresta Pekanbaru Kombes Aries Syarif Hidayat, Senin (23/11/2015).
Apakah panah yang ditemukan itu ada kaitanya dengan bentrok dini hari tadi, yang mengakibatkan satu kader HMI asal Pekanbaru terkena panah, polisi mengaku masih menyelidki.
"Kita masih selidiki apakah barang bukti yang kita temukan itu ada kaitanya dengan bentrok dini hari tadi," pungkasnya.
Seperti diketahui, kader HMI dari seluruh Indonesia tengah berkumpul di Pekanbaru untuk mengikuti Kongres Ke-29. Kongres resmi dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla kemarin dan akan berakhir pada 26 November.
Namun pelaksanaan Kongres Ke-29 HMI ini menuai banyak kritikan, karena Rp3 miliar dana kongres bersumber dari APBD. Ironisnya, dana tersebut jauh lebih besar dari anggaran untuk bencana asap yang hanya Rp1,5 miliar.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.