SAN BERNARDINO – Amerika Serikat (AS) kembali berduka akibat kasus penembakan masal, kali ini penembakan brutal terjadi di sebuah LSM pemerhati disabilitas di San Bernardino, California, AS.
Presiden AS Barack Obama yang sedang diwawancara oleh CBS mengatakan AS dapat bertindak untuk mengurangi penembakan masal.
“Tampaknya terdapat korban akibat insiden ini dan tentu doa dan perhatian (belasungkawa) kami diberikan kepada korban dan keluarga,” kata Obama, sebagaimana dilansir dari The Guardian, Kamis (3/12/2015).
“Kita memiliki pola dari penembakan masal yang terjadi di negeri ini yang tidak terjadi di negara lain,” paparnya.
Presiden AS yang pernah tinggal di Indonesia tersebut mengatakan bahwa ada langkah yang kongres dapat ambil untuk mengurangi kekerasan akibat senjata api di AS, walaupun pemerintah tidak dapat menghapus kasus penembakan sepenuhnya.
“AS dapat mengambil langkah untuk meningkatkan kemungkinan kejadian seperti ini tidak rutin terjadi. Kita tidak boleh berpikir bahwa hal seperti ini adalah suatu hal yang biasa terjadi,” tambahnya.
Obama juga menambahkan bahwa FBI telah dikirimkan ke lokasi untuk membantu penyelidikan penembakan brutal ini.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.