BONDOWOSO - Doktrin radikalisme ISIS masuk di lingkungan sekolah dasar (SD) di Bondowoso, Jawa Timur. Sejumlah siswa menulis di selembar kertas berisi tulisan ISIS seperti “Pembunuh adalah Saudara” serta “Kami Tidak Takut Polisi”. Tulisan-tulisan itu pun dipasang di majalah dinding sekolah.
Menyikapi kejadian tersebut, polisi kemudian mengamankan tulisan-tulisan para siswa itu.
Sejumlah siswa di SD Negeri 01 Tamansari, Bondowoso, diduga telah didoktrin tentang radikalisme ISIS. Ini setelah salah satu guru mendapati selembar tulisan tentang ISIS yang dipasang siswa di majalah dinding sekolah.
Temuan tulisan tentang ISIS yang ditulis siswa berinisial B dan kawan-kawan, oleh pihak guru dilaporkan ke Mapolsek Tenggarang. Polisi langsung bergerak dan mengamankan selembar tulisan siswa tentang ISIS tersebut.
Selembaran tulisan siswa ini berisi tentang ajakan bahwa pembunuh adalah saudara, tulisan yang berbunyi “Kami Tidak Takut Polisi”, beberapa tulisan Arab, serta tulisan kebencian terhadap pemerintah dan aparat.
Pihak kepolisian membenarkan adanya tulisan siswa tentang ISIS. Dari penyelidikan polisi, diketahui siswa tersebut mendapat doktrin ISIS, dari seseorang warga Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang. Sejauh ini, polisi masih terus mendalami dan mengembangkan kasus tersebut.
“Kami terus dalami kasus ini, pengembangan tertuju pada siapa yang menyebarkan paham tersebut ke anak-anak,” ungkap AKP Sudjatmiarto, Kapolsek Tenggarang.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.