20 Ton Ikan Mati di Danau Maninjau

Foto: Ilustrasi (Okezone)

Foto: Ilustrasi (Okezone)

LUBUK BASUNG – Total 20 ton ikan keramba jaring apung milik petani di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mati mendadak akibat kekurangan oksigen.

"Ini data sementara. Kemungkinan ada penambahan karena pada Jumat 19 Februari jumlah ikan dengan jenis mas dan nila mati hanya sekira lima ton," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam, Ermanto di Lubuk Basung, Minggu 21 Februari.

Ia mengungkapkan, 20 ton ikan yang mati dengan ukuran siap panen ini berasal dari 50 petak keramba jaring apung yang tersebar di Nagari Bayu, Maninjau, dan Duo Koto.

Ikan ini mati akibat kekurangan oksigen setelah angin kencang melanda daerah itu semenjak beberapa hari lalu. Akibat kejadian tersebut, petani ditaksir mengalami kerugian sekira Rp360 juta.

"Agar kerugian tidak begitu banyak, segeralah panen ikan yang sudah besar, kurangi memberikan pakan ikan, dan pindahkan ikan ke kolam lain," ujarnya.

Ia menyarankan untuk mengatur jarak antara keramba sekira 10 meter dan selalu sediakan pompa air demi menambah oksigen.

"Selain itu, petani harus jeda beberapa bulan untuk melakukan aktivitas lain agar kondisi air menjadi normal," katanya.

Ia mengemukakan, kematian ikan di Danau Maninjau pertama merupakan yang pertama pada 2016. Sementara pada 2015 sekira 175 ton ikan KJA di Danau Maninjau mati mendadak dengan kerugian sekitar Rp3 miliar.

Pada 2014, sebanyak 1.087,38 ton ikan mati, pada 2013 delapan ton, pada 2012 sebanyak 300 ton, pada 2011 sebanyak 500 ton, dan 2010 sebanyak 500 ton.

Anggota DPRD Agam, Muhammad Abrar, turut prihatin dengan kematian puluhan ton ikan milik petani di Danau Maninjau.

"Ke depan ini harus dicarikan solusi agar petani tidak mengalami kerugian cukup banyak. Petani harus jeda saat cuaca ektrem melanda Agam," ujarnya.

(erh)
Live Streaming
Logo
breaking news x