MOSUL - ISIS terpaksa menjual organ dari para militan yang terluka ke pasar gelap untuk mengumpulkan dana yang sangat dibutuhkan oleh kelompok teror yang tengah mengalami kesulitan keuangan itu. Demikian dilaporkan surat kabar berbahasa Arab Al Sabah.
Laporan yang dilansir Russia Today, Jumat, (22/4/2016) mewartakan keterangan seorang sumber di Kota Mosul yang dikutip oleh media Iran yang menyebutkan bahwa para dokter diancam untuk mengambil organ dari para militan ISIS yang terluka.
Penjualan organ di pasar gelap bukanlah sebuah kegiatan yang asing dilakukan oleh ISIS untuk membiayai operasi mereka. Pada Desember 2015, Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkap sebuah dokumen rahasia ISIS yang memperbolehkan anggotanya untuk memanen organ tubuh dari orang-orang yang mereka anggap murtad.
Dokumen bertanggal 31 Januari 2015 tersebut juga berisikan Fatwa Nomor 68 yang menyatakan pengambilan organ dari seorang tawanan untuk menyelamatkan seorang muslim diperbolehkan meski tawanan tersebut kehilangan nyawanya.
Surat kabar Spanyol El Mundo juga mengeluarkan sebuah laporan yang menyebutkan ISIS memanen organ dari pasukan Suriah yang terluka dan tawanannya. Laporan itu juga menyebutkan bahwa ISIS memaksa para tahanan di penjara di Mosul untuk menyumbangkan darahnya dan menunda eksekusi dengan alasan ini.
Kelompok militan itu mulai kehilangan sumber pemasukannya seiring semakin berkurangnya wilayah kekuasaannya di Mosul, kota ketiga terbesar di Irak. Mereka juga mulai kesulitan untuk mendapatkan penghasilan dari minyak setelah AS dan Rusia memotong jalur penyelundupan dari Suriah dan Irak.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.