FOTO Omran Daqneesh, bocah lima tahun korban bom Aleppo di Suriah, diduga telah dijadikan alat propaganda oleh Amerika Serikat (AS). Organisasi yang dituding tega memanfaatkan kepolosan anak-anak untuk kampanye kepedulian dan aksi perdamaian mereka ialah White Helmet.
White Helmet diketahui berisi ribuan sukarelawan Suriah yang selalu siap membantu mengevakuasi para korban serangan udara di negara rawan konflik tersebut. Mereka khususnya bergerak di enam provinsi yang terdampak perang paling parah yakni Aleppo, Idlib, Latakia, Homs, Daraa, dan Damaskus.
Organisasi kemanusian non-pemerintah (NGO) ini menggambarkan diri sebagai institusi independen. Meski begitu, seperti kebanyakan NGO lainnya, dia juga mendapatkan sokongan dana dari suatu pemerintahan atau perusahaan.
Di balik White Helmet setidaknya ada dukungan financial dari United States Agency for International Development (USAID), United Kingdom Conflict Stability and Security Fund (CSSF), dan Kementerian Luar Negeri Belanda.
Berdasarkan ulasan Mint Press News, Sabtu (20/8/2016), White Helmet diduga sesungguhnya telah mendukung aktivitas terorisme. Organisasi ini sering merekam adegan-adegan penyelamatan dramatis guna dinobatkan sebagai pahlawan kemanusiaan sehingga layak diberi penghargaan Nobel Perdamaian Dunia.