Bareskrim Pastikan Garap Laporan Dugaan Penistaan Agama oleh Ahok

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terjerat kasus hukum. Ia dilaporkan sejumlah pihak atas dugaan penistaan agama kala melakukan kujungan kerja ke Kepulauan Seribu. Pertanyaannya ialah, apakah laporan terhadap Ahok yang ditangani di Bareskrim Polri tersebut akan terus diproses?

Terlebih lagi, pada Pilkada Serentak 2015, Polri menunda sementara proses penyidikan kepada calon kepala daerah yang dilaporkan atau tersangkut kasus pidana tertentu. Penundaan dilakukan sampai proses pilkada berakhir yang diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkap) semasa Jenderal (Purn) Badrodin Haiti. Ahok sebagai petahana, juga maju kembali menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta untuk Pilgub DKI 2017.

Kabareskrim Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto mengungpakan, hingga kini, ‪Perkap tersebut belum dicabut. Meski demikian, pihaknya tetap akan menyelidiki dan menjalankan proses hukum terkait laporan dugaan penistaan agama oleh Ahok yang dilaporkan sejumlah pihak.

"Sampai sekarang belum dicabut (Perkapnya). Nanti kita lihat dalam artian publik. Ini kan bukan hanya kasus pilkada di Jakarta saja tapi seluruh Indonesia," kata Ari di Gedung Bhayangkari Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2016).

Ari menjelaskan asal-muasal Perkap tersebut dikeluarkan di masa Kapolri Jenderal (Purn) Badrodin Haiti. Pada Pilkada Serentak 2015 banyak yang melaporkan terkait ijazah palsu calon kepala daerah dan perkara lainnya yang menggagu proses politik.

"Prinsipnya tindak pidana tetap akan ditangani tapi engak ganggu proses politik. Bukan berarti diabaikan dulu, tetap tindak pudana akan disidik sehingga enggak ganggu kegiatan politik. Yang dulu juga bukan laporan masalah politik, tapi pidana umum yang belum tentu bisa dibuktikan tapi dilaporkan dan sengaja dilaporkan untuk mengganjal lawan politiknya," ulas Ari.

Seperti diketahui, Ahok dilaporkan atas delapan laporan polisi terkait dugaan penistaan agama karena menggunakan kata-kata "dibodohi" dan "dibohongi" surat Al-Maidah ayat 51 saat melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. Empat laporan di Bareskrim Polri, tiga laporan di Polda Metro Jaya dan satu laporan di Polda Sumsel. Semua laporan dijadikan satu dan ditangani Bareskrim Polri. (sym)

(fds)
breaking news x