Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sebut Intelijen Ngawur, SBY "Ajari" Jokowi Cara Hadapi Demo 4 November

Agregasi Solopos , Jurnalis-Rabu, 02 November 2016 |12:49 WIB
Sebut Intelijen <i>Ngawur</i>, SBY
Susilo Bambang Yudhoyono
A
A
A

BOGOR - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), angkat bicara mengenai demo 4 November 2016 yang kini menjadi isu panas di kalangan elite Jakarta.

Dia bereaksi keras mengenai tuduhan yang berdasarkan laporan intelijen mencurigai kubu politik tertentu di balik demo besar itu. SBY mengkritik tuduhan yang menurutnya sebagai laporan intelijen yang error atau ngawur.

Dia mengaku menyampaikan hal itu karena sudah mengonfirmasi laporan intelijen tersebut saat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.

“Kemarin saya ketemu Wapres Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Wiranto dan banyak lagi saya pantau pertemuan politik dan statement para tokoh poltik itu. Saya memnandang semua baik, niatnya baik, dan jangan kalau ada pertemuan politik mereka yang ada di luar kekuasaan, lantas dicurigai. Intelijen harus akurat. Jangan berkembang menjadi intelijen yang ngawur dan main tuduh,” kata SBY di awal konferensi persnya, seperti dikutip dari Solopos.com, Rabu (2/11/2016).

Laporan inteljen seperti itu dinilainya sebagai intelijen error yang seharusnya tidak muncul di Indonesia. Menurutnya, pemerintah tak perlu begitu reaktif menghadapi rencana aksi demo besar di Jakarta. Dia pun “mengajari” pemerintahan Presiden Jokowi bagaimana menghadapi unjuk rasa.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement