Pesawat Rusia Jatuh di Laut Hitam, Dubes Galuzin Sanggah Kemungkinan Teroris

Tim penyelamat Rusia mencari pesawat militer yang jatuh di Laut Hitam. (Foto: Reuters)

Tim penyelamat Rusia mencari pesawat militer yang jatuh di Laut Hitam. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pencarian korban dan bangkai pesawat Rusia yang jatuh di Laut Hitam terus berlangsung. Demikian juga penyelidikan untuk menentukan penyebab kecelakaan.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin mengonfirmasi telah ditemukannya satu kotak hitam milik pesawat Rusia yang jatuh di Laut Hitam tersebut. Meski demikian, ia menyanggah kemungkinan serangan teroris sebagai penyebab kecelakaan yang menewaskan 93 penumpangnya.

"Mungkin ada masalah teknis atau ada kontrol yang salah namun untuk saat ini kami tidak memperkirakannya sebagai serangan teroris," tutur Galuzin di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (27/12/2016).

Galuzin juga menambahkan, ia berterima kasih kepada Indonesia karena menyampaikan belasungkawanya atas insiden jatuhnya pesawat Rusia di Laut Hitam.

Pesawat Rusia TU-154 jatuh di Laut Hitam, Minggu 25 Desember. Pesawat itu awalnya berangkat dari Moskow. Lalu mendarat di Sochi untuk mengisi bahan bakar. Beberapa pihak menduga burung besi itu dibajak teroris karena sempat hilang dari radar.

Pencarian besar-besaran pun dilakukan sejak pesawat itu jatuh. Sedikitnya 45 kapal dan 135 penyelam, serta beberapa helikopter dikerahkan ke lokasi kejadian.

(rfa)
Live Streaming
Logo
breaking news x