PALEMBANG - Dua anggota LSM Suhu Indonesia, Suparman (60) dan Raden Hafis (40), yang mengaku keluarga dekat Kapolri Jendral Tito Karnavian tertangkap tangan memeras Salam, Kepala Desa Sebulus, Kecamatan Mariana, Kabupaten Banyuasin, di salah satu rumah, pada Kamis 19 Januari 2017.
Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi mengatakan, tersangka diringkus saat korban bersama anggota Sat Intelkan Polres Banyuasin yang menyamar, memberikan uang Rp5 juta yang diminta tersangka.
"Petugas mengamankan barang bukti uang pecahan seratus ribu sebanyak Rp5 juta, 3 unit ponsel, mobil Avanza BD 1366 P, dan selembar surat telegram palsu dari Kapolri," katanya, Jumat (20/1/2017).
Modus yang dilakukan adalah tersangka mendatangi korban yang saat itu menjadi terlapor kasus penipuan jual-beli lahan plasma di Polsek Mariana. Mengaku sebagai keluarga Kapolri, tersangka mengatakan bisa menutup kasus tersebut dengan syarat korban harus menyerahkan uang Rp30 juta untuk dititipkan ke Kapolri.
Sadar menjadi korban pemerasan, Salman melapor ke Polres Banyusin. Kemudian, pada Rabu 18 Januari 2017 tersangka menelefon korban mengajak bertemu di rumah makan KM12 untuk mengurus kasus tersebut dan membawa uang yang dijanjikan.
Menurut Andri, di rumah makan tersebut korban mengatakan kepada tersangka hanya bisa memberikan uang Rp5 juta dan sisanya akan ditransfer. "Saat uang sudah di tangan tersangka, polisi yang sudah siaga sebelumnya langsung meringkus tersangka," tandasnya.
(Feri Agus Setyawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.