MEDAN - Dua orang terduga bandar narkoba, Husni dan Azhari, ditembak mati petugas Reserse Narkoba Bareskrim Mabes Polri di dua lokasi berbeda di Sumatera Utara. Kedua anggota jaringan narkoba internasional Indonesia-Malaysia itu ditangkap dan akhirnya ditembak mati setelah polisi melakukan pengembangan atas penangkapan sejumlah pengedar narkoba di Jakarta.
Direktur 4 Reserse Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Daniyanto menyebutkan, dari hasil penelusuran mereka, jaringan narkoba Husni cs setidaknya telah mengedarkan 91 kilogram sabu, 350 butir pil ekstasi, dan 450 ribu butir pil happy five.
"Mereka memasok narkoba itu dari Malaysia melalui Aceh. Lalu membawanya ke Medan dan mengirimnya ke Jakarta. Kebanyakan narkoba yang dipasok jaringan ini diedarkan di Jakarta,"sebut Brigjen Eko, Kamis (23/3/2017).
Selama beroperasi, jaringan Husni cs diprediksi telah meraup keuntungan hingga puluhan miliar. Bagaimana tidak, untuk setiap kilogram sabu yang mereka pasok ke Jakarta, keuntungan yang mereka peroleh bisa mencapai Rp2 miliar.
"Namun saat kita tangkap, narkoba yang kita temukan hanya dua bungkus berisi pil happy five. Kita sebenarnya sudah mencoba untuk menelusuri tempat di mana jaringan ini menunjukkan gudang narkoba mereka. Namun dalam proses menunjukkan itu, kedua tersangka melawan hingga terpaksa kita tembak dan mereka meninggal dunia," ungkapnya.
Polisi sendiri, kata Brigjen Eko, masih melakukan pengembangan atas penangkapan Husni cs. Polisi masih mengejar sejumlah pihak yang terlibat dalam jaringan tersebut. Polisi juga berencana menggunakan pasal pencucian uang untuk menjerat sejumlah nama yang diduga terkait dengan jaringan peredaran narkoba Husni cs.
(Ulung Tranggana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.