nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Bandar Sabu Jaringan Internasional Ditembak Mati

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 17:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 11 519 1843603 dua-bandar-sabu-jaringan-internasional-ditembak-mati-sgfUsLDCNX.jpg

SURABAYA - Dua bandar sabu jaringan Malaysia yakni Ibrohim (23) dan Hamet (32) ditembak mati anggota BNNP Jatim. Sebab keduanya berusaha kabur saat disergap petugas. Bahkan, pelaku sempat menabrak petugas ketika hendak disergap.

Selain menembak mati dua bandar sabu, BNNP juga menangkap empat tersangka lainnya yang berperan sebagai kurir meliputi ARW, ZN, RHM dan HSN. Dari tangan para tersangka, petugas menyita sabu-sabu seberat 7,3 kilogram.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso, menjelaskan BNNP Jatim bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan psikotropika jenis methamphetamine (sabu-sabu) seberat 7,3 kg yang berasal dari Malaysia.

“Sabu itu dibawa melalui jalur laut via terminal pelabuhan penumpang Tanjung Perak untuk dimasukkan ke Surabaya dan sekitar,” terang Budi Waseso saat jumpa pers di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Perak, Kamis (11/1/2018).

Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, menyatakan pengungkapan kasus tersebut berawal informasi yang diperoleh DJBC kantor pusat dari BNNP Jatim tentang adanya upaya penyelundupan sabu-sabu dari luar negeri yakni Malaysia, yang dibawa ABK berinisial ARW untuk transit di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Selanjutnya dibawa ke Surabaya melalui jalur laut dengan menggunakan kapal ferry tujuan pelabuhan Tanjung Perak. Kemudian tim gabungan BNNP dan DJBC bersiaga di sekitar pelabuhan Tanjung Perak untuk melakukan pemantauan penumpang yang turun dari kapal pada 5 Januari 2017 sekitar pukul 19 00 WIB.

“Sekitar pukul 20 15 WIB kapal Niki Sejahtera yang ditumpangi para kurir yang membawa sabu tiba di pelabuhan. Para kurir keluar dari pelabuhan dengan dijemput tersangka lain menggunakan mobil Avanza. Pada waktu dan lokasi yang sama, pengendali (bandar sabu) sedang menunggu dan mengawasi proses penjemputan dari dalam mobil Honda CR-V nopol M 806 HA,” ungkapnya.

Pada saat dilakukan penindakan, sambung Buwas, para pelaku berupaya melarikan diri dengan menggunakan mobil. Untuk para kurir kabur dengan naik mobil avanza yang membawa sabu seberat 7,3 kg, yang dibungkus dalam plastik kemasan susu. Setelah terjadi kejar-kejaran, pelaku berhasil dilumpuhkan di Jalan Kalimas Surabaya.

“Sedangkan pengendali (bandar sabu) melarikan diri menggunakan CR-V. Ketika terdesak, pelaku mencoba melawan dengan cara menabrak petugas di Jalan Pacar Kembang. Lalu petugas mengambil tindakan tegas dan terukur, sehingga menyebabkan kedua pelaku meninggal dunia,” papar Buwas.

Buwas menambahkan, sabu yang diselundupkan seberat 7,3 kg tersebut diperkirakan senilai Rp 14,6 miliar dengan asumsi satu gram dihargai Rp 2 juta (sesuai harga pasaran). Atas upaya penggagalan penyelundupan ini telah menyelamatkan 29 200 jiwa dari bahaya penyalahgunaan sabu, dengan asumsi 1 gram dapat digunakan 4 orang.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini