Image

Hukuman Cambuk bagi Gay di Aceh Jadi Sorotan Media Asing

(Foto: Okezone)

(Foto: Okezone)

BANDA ACEH - Sejumlah pemberitaan media asing menyoroti hukuman cambuk terhadap pasangan gay di Aceh kemarin. Sebagian media internasional menyebut aksi ini merupakan sebuah tindakan ekstrem.

Media ternama The Washington Post mengangkat judul ‘2 men in Indonesia caned dozen of times for gay sex’. Dalam paragraf pembuka, media itu menyebut hubungan cambuk tersebut sebagai penyiksaan abad pertengahan.

“Dua pria di Provinsi Aceh di Indonesia secara terbuka mencambuk puluhan kali bagi seks gay yang disepakati, sebuah hukuman yang mengintensifkan serangan balik anti-gay di negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia, dan yang oleh para pendukung hak dikecam sebagai penyiksaan abad pertengahan,” tulis The Washington Post.

Baca: Wow! Media Asing Soroti Hukuman Cambuk bagi Gay di Aceh

Media besar lainnya seperti The Guardian menyebut hukuman cambuk hanya dilakukan di satu-satunya provinsi yang menerapkan syariat Islam yakni, Provinsi Aceh.

“Pencambukan umum telah lama terjadi pada pelanggar seperti perjudian dan minuman di Aceh yang diberi hak untuk merapkan undang-undang Syariah pada tahun 2001 sebagai bagian dari kesepakatan dengan pemerintah pusat yang bertujuan untuk mengakhiri pemberontakan,” tulis The Guardian.

Media ternama Inggris lainnya, The Sun, juga mengulas hukuman tersebut. Dalam tulisannya yang diberi judul ‘Caned for the crowd two gay men whipped in front of large crowds taking selfies after being caught in bed together in Indonesia’, media Internasional itu menyebut hukuman cambuk yang diterapkan di Aceh sebagai hukuman barbar.

“Hukuman barbar dijatuhkan di Aceh, satu-satunya provinsi di negara yang menerapkan Undang-Undang Syariah Tradisional,” tulis The Sun.

Hukuman cambuk sebanyak 85 kali diterima oleh MH dan MT, pasangan gay yang ditangkap warga pada akhir Maret di sebuah kawasan Banda Aceh. Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh kemudian menghukum keduanya karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran Liwath atau hubungan sesama jenis.

Saat uqubat cambuk dilaksanakan di halaman Masjid Syuhada, Gampong (Desa) Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, sejumlah media internasional ikut meliput hukuman cambuk tersebut.

Sementara itu, Kasatpol PP dan Polisi Syariat Islam Kota Banda Aceh, Yusnardi meminta seluruh pihak termasuk pihak asing untuk menghormati setiap kearifan lokal yang dilaksanakan di Aceh.

“Kalau ini dikatakan pelanggaran HAM, saya pikir Qanun (perda) ini mengacu pada Alquran dan hadits. Mari kita hargai dan hormati bahwa ini adalah kearifan lokal bagi daerah kita di Aceh ini. Karena 10 persoalan dalam Qanun Jinayat itu tertuang dalam Alquran,” jelasnya.

(dnb)
Live Streaming
Logo
breaking news x