JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso menegaskan 50% peredaran narkotika di Indonesia ternyata dikendalikan oleh narapidana yang berada di balik lapas.
"Peredaran narkoba 50% dikendalikan di balik lapas," ungkap Buwas –sapaan akrabnya— di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (15/6/2017).
Selain itu, mantan Kabareskrim Polri itu juga menyebut, 70% napi yang ada di lapas merupakan karena terjerat kasus narkotika. Selebihnya, sebanyak 30% diwakili kasus korupsi, teroris, dan kriminalitas lain.
Buwas menambahkan, wacana mengenai lapas kelebihan kapasitas menjadi sesuatu yang dipertanyakan. Pasalnya, dalam pengungkapan BNN beberapa waktu lalu, pihaknya menemukan lapas mewah yang dihuni oleh jaringan terpidana mati Freddy Budiman.
"Lapas mengatakan penuh, over kapasitas. Tapi nyatanya kedapatan ruangan sendiri. Ada dapur, ruang tamu, kantor, ruang makan, bisa pelihara arwana punya staf. Apakah negara akan dibohongi begini terus seolah-olah tidak terjadi," papar Buwas.
Oleh karena itu, Buwas mengingatkan, jika sistem keamanan lapas masih dipertahanakan seperti ini, maka ke depannya akan kembali ditemukan masalah-masalah yang sama. Ia juga mengimbau Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) untuk segera berbenah.
"Jaringan narkotika ini tahu, mereka ingin mengikuti kekuatan negara. Dengan mempelajari oknum-oknum mana yang bisa dibeli," tutup Buwas. (sym)
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.