Polresta Pasuruan menggelar rekonstruksi tragedi zakat di halaman samping musala milik Syaikon Fikri (55), di Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur.
Loyalitas keislaman H Syaikon Fikri terkesan dari sifat kedermawanannya yang tidak pernah mengharap pamrih jika aktivitas yang diikutinya berkaitan dengan ibadah.
Penyelidikan internal jajaran kepolisian Polresta Pasuruan kemarin resmi dimulai. Sedikitnya enam saksi yang terlibat dan diduga mengetahui tragedi zakat maut di halaman samping musala milik H Syaikon Fikri diperiksa dit Propam Polda Jatim.
Di mata sanak-keluarganya, H Syaikon Fikri dikenal sebagai sosok yang ulet dalam bekerja. Tak heran jika pengusaha kulit sapi ini paling sukses di antara empat saudaranya yang lain.
H Syaikon Fikri dikenal sebagai sosok kaya raya yang suka mendermakan uangnya pada kaum duafa. Tapi siapa sebenarnya pengusaha kulit sapi ini, tak banyak tetangganya yang tahu.
Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Abdurahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur menilai tragedi zakat di rumah H Syaikon merupakan kesalahan polisi.
Sejumlah wartawan di Pasuruan menuntut Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Polisi Herman S Sumawiredja meminta maaf. Ini terkait pernyataan Herman yang dinilai menyalahkan wartawan karena tidak membantu korban zakat maut di Pasuruan.