Puluhan Napi Lapas Madiun Terjangkit HIV/Aids

Muhammad Roqib, Jurnalis
Minggu 18 November 2007 18:02 WIB
Share :

MADIUN - Puluhan narapidana dan tahanan yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba Kelas I Madiun, positif terjangkit HIV/Aids. Para napi dan tahanan penderita penayakit mematikan itu tidak ditempatkan di ruang khusus (ruang isolasi) karena keterbatasan tempat.

Para napi dan tahanan yang terjangkit HIV/Aids ini sebagian besar disebabkan penggunaan jarum suntik. Disinyalir, sebelum mereka masuk dan sesudah masuk ke dalam lapas, para napi dan tahanan sering bergantian memakai jarum suntik narkoba dengan orang lain.

Kalapas Narkoba Kelas I Madiun I Wayan Sukerta mengakui, saat ini ada puluhan napi dan tahanan yang terjangkit HIV/Aids. "Jumlah napi dan tahanan yang terjangkit HIV/Aids ini mencapai puluhan. Mereka tidak ditempatkan di ruang khusus karena tempatnya nggak ada," kata Wayan, Minggu (18/11/2007).

Menurut dia, jumlah penghuni Lapas Madiun  mencapai 1.062 orang yang terdiri dari napi narkoba sebanyak 683 orang, napi lain 162 orang, tahanan narkoba 13 orang dan tahanan lainnya 204 orang.

Dari jumlah tersebut, I Wayan Sukerta tidak memungkiri jika ada beberapa napi dan tahanan di Lapas Madiun terinfeksi HIV/AIDS. Namun, dia membantah kalau jumlah napi dan tahanan yang  terinfeksi HIV/Aids mencapai ratusan orang.

Wayan mengatakan, pemakaian jarum suntik narkoba secara bergantian sangat beresiko membawa dampak terjadinya penularan HIV/AIDS. Oleh karena itu, kata dia, untuk menghentikan penggunaan jarum suntik narkoba secara berkelanjutan, pihaknya menekankan pada tiga pilar yakni peran petugas (sipir) yang berada di lapas, narapida narkoba itu sendiri, dan juga peran serta masyarakat secara luas.

"Jadi pendekatan untuk mengurangi resiko penggunaan jarum suntik narkoba ini tidak bisa hanya dengan pembinaan saja, namun juga pendekatan medis, dan therapi psikologis," ujarnya.

Direktur Yayasan Bambu Nusantara, Andreanus M Uran menjelaskan, yang  melakukan kerja sama dan mendampingi napi penderita HIV/Aids di Lapas Kelas Madiun, mengatakan, pendekatan dan penanganan pada para napi yang terjangkit HIV/Aids ini memerlukan metode khusus.

"Pendekatan dan penanganan kepada mereka harus berbeda dengan napi lainnya," ujarnya.

Menurut dia, penggunaan jarum suntik narkoba secara bergantian memang paling beresiko menjadi penyebab penularan HIV/Aids. Oleh karena itu, kata dia, salah satu cara untuk mengurangi pemakaian narkoba dan jarum suntik narkoba adalah dengan mengubah perilaku napi yang ada di dalam lapas.

"Peran keluarga dan masyarakat juga sangat penting. Oleh karena itu setelah napi atau tahanan keluar dari lapas akan dilakukan reunifikasi sehingga diharapkan peran keluarga ikut membantu penderita HIV/Aids ini," tandasnya. 

(Fetra Hariandja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya