JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla belajar banyak tentang kekalahan Golkar dalam banyak pilkada di beberapa daerah. Dia beranggapan, partai politik kini tak lagi menjadi penentu kemenangan.
"Faktor kultur dan agama justru menjadi faktor penting," kata Kalla dalam acara Rapimnas Partai Golkar, di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (24/11/2007).
Selain itu, lanjut Kalla, harapan yang dijual kepada masyarakat juga menentukan apakah seorang calon kepala daerah cukup menarik perhatian warganya. Kalla mencontohkan pertarungan Gafur-Thayib dalam Pilkada Maluku Utara yang menuai banyak konflik.
"Bukan soal partai tapi jual harapan. Kalau incumbent jual bukti, penantang jual harapan. Bung Gafur jual harapan dan Thayib jual bukti. Tapi, buktinya tidak cukup. Kalau incumbent betul-betul harus jual bukti," kata kalla.
Selain itu, penting juga cara parpol untuk mencari pasangan bagi calon yang diusungnya. "Cara mengatur pasangan sangat penting," tandasnya.
(Ahmad Dani)