Pohon yang dipakai bunuh diri ditebang.
JEMBRANA - Putus asa karena penyakit katarak tak kunjung sembuh, seorang nenek, Ayu Ketut Remrem (65), mengakhiri hidupnya dengan gantung diri pada cabang pohon sandat di belakang rumahnya.
Warga Banjar Tegak Gede, Yehembang Kangin, Mendoyo, Jembrana, Bali ini mengakhiri hidup pada Sabtu (22/12/2007) dini hari. Sebuah stagen berwarna merah dijadikannya tali untuk menggantung dirinya itu.
Sekira sebulan lalu, Remrem mengikuti pengobatan mata gratis di Pergung, Mendoyo. Namun, setelah sebulan berlalu, mata Remrem yang terserang katarak tak kunjung bisa melihat. Dia pun frustasi dan tak lagi bisa beraktivitas sebagai buruh di perkebunan semangka.
Adalah cucu tiri Remrem, Ni Putu Intan Sekarini (13), yang menemukan jasad Remrem tergantung. Pagi tadi, saat hendak mandi di sungai belakang rumahnya, Sekarini terkejut saat melihat neneknya tergantung dengan bantuan kursi. Dia lantas memanggil ayahnya, I Ketut Gede Arya Bendesa (35).
Meski sedang sakit, Bendesa lalu keluar melihat ibu tirinya itu dan menurunkan tubuh yang telah kaku itu.
Bendesa mengaku, sebelumnya tidak mendapatkan firasat apapun terkait peristiwa ini. "Saya tadi malam pukul satu malam keluar rumah, dan tidak melihat ibu gantung diri. Di kamarnya juga masih gelap. Jadi perkiraan saya dia gantung diri saat subuh," ujarnya.
Berbeda dengan Bandesa, Ni Ketut Muliati (33), istri Bandesa, mengaku mendapat firasat sebelum kematian mertuanya itu melalui mimpi. Di dalam mimpi, Remrem tampak mengenakan bunga enas dan pakaian serba emas. Namun, Muliati tidak pernah menaruh curiga perihal mimpinya itu.
"Tiga hari lalu saya mimpi ibu mengenakan baju bunga-bunga. Saya mengira itu mimpi saja. Ternyata ibu mertua gantung diri," ujarnya.
Kapolsek Mendoyo AKP I Ketut Sukarta ketika ditemui di TKP mengungkapkan, kejadian tersebut murni bunuh diri saja. Menurutnya, korban bunuh diri di atas pukul 01.00 Wita. Sebab, pertama kali ditemukan, jenazah korban sudah tidak hangat lagi. Tidak ditemukan adanya kekerasa dalam tubuh korban.
"Korban melakukan aksi gantung diri di cabang pohon, jarak dengan tanah sekitar 2,6 meter dengan bantuan kursi. Ketika kami melakukan pemeriksaan di bagian terlarang, korban telah mengeluarkan beberapa cairan, sedangkan di lehernya terdapat bekas jeratan," ungkap Sukarta.
Pihaknya menduga penyebab bunuh diri karena frustasi yang dialami korban, lantaran tidak sembuh dari katarak yang dideritanya, meski sudah dilakukan operasi.
(Nurfajri Budi Nugroho)