KUPANG - Lumpuhnya pelayaran di Nusa Tenggara Timur (NTT) dua pekan terakhir mengakibatkan puluhan peserta seleksi calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) di provinsi ini tak dapat mengikuti seleksi yang berlangsung serentak hari ini.
Para peserta seleksi itu sedianya mengikuti seleksi di beberapa kabupaten di Pulau Flores, Alor, Rote, dan Sumba. Sebagian besar peserta seleksi CPNSD mengaku pasrah dengan kenyataan yang terjadi.
Sebagaimana hasil pantauan di pelabuhan penyeberangan feri Bolok, Kecamatan Kupang Barat, sebanyak tiga armada pelayaran yang hendak bertolak ke Flores dan Alor masih berlabuh di pelabuhan.
Sehari sebelumnya, ketiga armada ini sempat berlayar namun nahkoda kapal memutuskan untuk kembali ke pelabuhan setelah hampir dua jam dihantam gelombang setinggi lebih dari lima meter di sekitar laut sawu.
Kepala PT.
Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Kupang, La Unru, yang dihubungi wartawan, mengatakan, gelombang laut masih tinggi sehingga sangat berbahaya untuk keselamatan pelayaran. "Kami tidak ingin mengambil resiko," ujarnya.
Matheos Ndolu, seorang peserta CPNSD asal Kabupaten Rote Ndao, yang batal mengikuti seleksi CPNS mengaku kehilangan kesempatan untuk menjadi pegawai negeri sipil karena pembatalan pelayaran tersebut. "Saya menerima kenyataan ini meski kehilangan kesempatan untuk mengikuti seleksi," kata jebolan salah satu perguruan tinggi ternama di Kota Kupang ini.
(Nurfajri Budi Nugroho)