Bobol ATM BCA, Kawanan Perampok Gasak Rp1,1 M

Annas Nasrullah, Jurnalis
Selasa 04 Maret 2008 18:34 WIB
Share :

SUBANG - Anjungan tunai mandiri (ATM) milik BCA Kantor Cabang Pembantu Subang sekira pukul 02.20 dinihari tadi dibobol kawanan perampok bersenjata api. Dalam persitiwa tersebut, pelaku membawa kabur mesin ATM yang berisi uang tunai seniali Rp1.1 miliar

Dari informasi yang berhasil dihimpun di tempat kejadian menyebutkan, dalam melancarkan aksinya, kawanan perampok terdiri dari dua kelompok. Kelompom pertama bertugas membobol ATM, kelompok lainnya mengawasi dan melumpuhkan penjaga ATM dalam waktu bersamaan.

Kelompok pertama, menjebol dua mesin ATM  yang terletak berada di samping kiri depan BCA. Aksi pembobolan brankas dan mesin ATM BCA dilakukan dengan cara merusak. Sadar di dalam ruangan tersebut ada kamera monitor atau closed circuit television (CCTV), kawanan perampok kemudian melakukan perusakan CCTV.  

"Perampok yang beroperasi di dalam ruangan ATM, melakukan perusakan kabel CCTV dan brankas ATM untuk mengambil uang tunai yang ada di dalam ATM semuanya pecahan Rp50 ribu," ujar Kepala Bagian Logistik Kantor Cabang Utama (KCU) BCA Subang, Teddy Supriadi.

Teddy mengungkapkan, akibat perampokan yang terjadi Selasa dinihari tersebut, pelayanan dan transkasi nasabah di BCA yang berada di jalan Eyang Kartasasmita No 37  Rt. 01/13 Desa Mulya Sari Kecamatan Pamanukan sempat terganggu. Namun demikian, pihak BCA tetap beraktivitas seperti biasanya. 

Sementara itu, saksi mata perampokan sekaligus korban penyekapan, Liling mengatakan, pada saat kejadian tersebut dirinya sedang tertidur di bengkel tambal ban miliknya. Dia sendiri mengaku kaget, ketika tiba-tiba sekelompok orang membangunkannnya dan menyekap.

Aksi perampokan bersenjata api ini berhasil diungkap, setelah Liling menghubungi salah seorang satpam BCA bernama Ade melalui handphone miliknya. ''Untungnya, tangan saya yang terikat bisa meraih Hp yang ada dipinggang saya. Saya kemudian menelpon Ade,'' tuturnya.

Kapolres Subang, AKBP Sugiyono mengatakan, aksi tindak pidana pencurian yang disertai dengan kekerasan tersebut diduga dilakukan oleh sembilan orang dengan menggunakan dua kendaraan roda empat.

Sebelum melancarkan aksinya, lima kawanan perampok menyekap tukang tambal ban yang berada di depan gedung BCA, Liling (35) warga Kampung Baru Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan. Di bawah ancaman sebuah senjata api jenis FN yang mengarah ke kepalanya, Liling dipaksa untuk menunjukan tempat penjagaan pengaman BCA.

Lima kawanan perampok dan Liling berjalan ke arah belakang gedung BCA, menuju tempat pos kemanan. Di pos kemananan itu, ada dua anggota Brimob Cikole Bandung yang sedang menjaga. Saat kejadian tersebut, keduanya dalam keadaan tertidur.Masing-masing bernama Brigadir OY dan Bripda VE.

Brigadir OY dan Bripda VE sempat melakukan perlawanan atas perlakuan keempat pelaku. Namun perlawanan tersebut dibalas dengan aksi pemukulan pelaku kepada kedua penjaga itu.

"Pelaku langsung menodongkan senjata ke arah penjaga. Setelah anggota Brimob itu tidak melakukan perlawanan, mereka dan Liling disekap di pos keamanan dengan lakban dan tali rapia. Pelaku sempat mengambil senjata laras panjang milik penjaga," ujar Kapolres Subang. Senjata milik dua Brimob tersebut kemudian diletakkan di dalam ruangan ATM dengan sebuah barang bukti lainnya, golok.

Sementara itu, empat kawanan pelaku lainnya bertugas mengeksekusi brankas ATM yang ada di depan sebelah kiri gedung BCA. Aksi yang mereka lancarkan dengan cara merusak dua brankas ATM yang berisi pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Selain merusak dua ATM tersebut, pelaku juga merusak CCTV.

Setelah berhasil merusak dua mesin ATM, pelaku yang menggunakan tutup kepala (Pergos) dan sarung tangan tersebut kemudian menguras isi kedua mesin ATM, senilai Rp1.1 miliar, sebelum sembilan pelaku ini kabur melarikan diri.

Untuk mengungkap kawanan pelaku, pihak kepolisian melakukan olah TKP  dan melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan dari empat saksi mata. ''Mudah-mudahan, hasil dari keterangan saksi, bisa memberikan titik terang dalam kejadian ini. Sehingga, dalam waktu dekat ini diharapkan kasus ini bisa segera diungkap,'' ujarnya.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya